Oleh : Sugeng Triatmono, S.E., M.Pd
Kepala sekolah idealnya harus mampu menciptakan pembaharuan dan memanfaatkan peluang untuk mewujudkan sekolah yang lebih baik. Menurut Dian Fajarwati, dan Fety Narhayuni (2020: 66) kepala sekolah harus memiliki daya kreativitas tinggi dalam menyelesaikan masalah-masalah pendidikan dan meningkatkan kualitas pendidikan.
SMP Negei 2 Mrebet merupakan sekolah yang berdiri pada tahun 1989 dan saat ini 582 perserta didik belum banyak mempublikasikan kegiatan sekolah melalui berbagai media. Rendahnya kegiatan publikasi salah satunya disebabkan belum adanya tim kerja yang secara khusus membidangi kegiaan publikasi.
Mengutip Dr. H.A, Rusdiana, MM (2018:1), kepala sekolah pada hakikatnya adalah pengolah informasi. Karena salah satu peranannya sebagai informator jadi, kepala sekolah harus dapat menciptakan arus penyebaran informasi yang seluas luasnya.
Pembentukan tim media menjadi hal mendesak untuk dilaksanakan. Tim media yang dibentuk melibatkan unsur guru, staf tata usaha, dan peserta didik. Tim yang disusun mendapatkan surat keputusan dari kepala sekolah dan dilengkapi dengan uraian pembagian tugas. Secara umum tim media bertugas melaksanakan dokumentasi dan publikasi kegiatan sekolah. Dokumen yang disiapkan dapat berupa foto, video, flayer dan narasi berita. Kemampuan mengolah informasi sangat dibutuhkan agar materi yang tersaji dalam publikasi menjadi berbobot dan update dengan mempertimbangkan unsur 5W 1H.
Publikasi yang diharapkan menggunakan media internal dan eksternal sekolah. Media internal sekolah yang dimaksud adalah yang secara langsung dikelola atau dimiliki sekolah, dapat berupa mading, website, Facebook, Instragram, YouTube, dan WhatsAap. Sedangkan media eksternal adalah yang dikelola oleh lembaga dari luar sekolah baik media cetak, media online, dan media televisi.
Sebelum melaksanakan kegiatan, sosialisasi pembentukan tim media secara jelas. Sosialisasi ditujukan kepada seluruh guru, staf tata usaha, dan peserta didik. Selanjutnya tim memetakan semua kegiatan sekolah baik yang rutin dilaksanakan maupan bersifat temporer. Kegiatan yang rutin dilaksanakan sekolah seperti kegiatan belajar mengajar, upacara bendera, tadarus, literasi, olah raga, kebersihan, piket guru, rapat dinas, dan perwalian. Perayaan hari besar keagamaan, perayaan hari besar nasional, sosialisasi, bakti sosial, kegiatan jeda tengah semester/akhir semester, dan perkemahan termasuk kegiatan yang temporer.
Dalam setiap kegiatan tim akan selalu bergerak tanpa harus dikomando. Sigap melaksanakan tugas sesuai uraian tugas masing-masing. Selesai kegiatan, dokumen dikumpulkan. Sebelum dipublikasikan materi di-review bersama-sama oleh tim. Materi tersebut dalam bentuk foto, video, dan narasi berita. Tugas tim media selanjutnya adalah melakukan publikasi di berbagai media.
Hasil kerja tim media dapat dengan cepat dirasakan. Media yang dikelola sekolah terlihat update setiap saat. Mading sekolah sering berganti-ganti konten. Facebook menjadi lebih sering menampilkan kegiatan sekolah. Instragram selalu menyajikan informasi kegiatan sekolah. Website sekolah juga menjadi aktif sebagai pendukung publikasi kegiatan sekolah. Yang terlihat nampak sekali perubahan adalah upload video pada YouTube dan pemberitaan media massa. Dalam waktu kurang lebih 2 bulan sudah ter-upload 17 video kegiatan sekolah di YouTube.
Tidak kalah menarik kegiatan sekolah diberitakan pada beberapa media seperti edukator,www.kompasiana.com,www.beritajogja.com,www.rri.co.id,dan masih banyak lagi.
Keberadaan tim media di SMP Negeri 2 Mrebet dirasakan sangat penting dan besar manfaatnya. Kegiatan publikasi menjadi meningkat tajam. Informasi yang ditampilkan sangat berkualitas dan menarik. Geliat kegiatan di sekolah menjadi lebih terasa. Akses penyebaran informasi menjadi lebih luas dan terbuka. (fu/lis)
Kepala SMP Negeri 2 Mrebet