Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Waspada Campak Bisa Sebabkan Kematian, Pengobatannya Dijamin BPJS Kesehatan

P
Penulis: Puput Puspitasari❯
Kepala Dinkes Kota Magelang (kiri) dan Kepala BPJS Kesehatan Cabang Magelang (kanan). (PUPUT PUSPITASARI/JAWA POS RADAR MAGELANG)
Kepala Dinkes Kota Magelang (kiri) dan Kepala BPJS Kesehatan Cabang Magelang (kanan). (PUPUT PUSPITASARI/JAWA POS RADAR MAGELANG)

Advertisement

RADARSEMARANG.ID, Magelang – Akhir-akhir ini, penyakit campak (measles) dan cangkrang (varicella) menjangkiti anak-anak, terutama yang berusia di bawah lima tahun. Kekebalan tubuh yang belum terbentuk sempurna, membuat mereka lebih rentan terhadap penularan penyakit tersebut.

Banyak masyarakat yang belum mengetahui perbedaannya. Di wilayah Jawa, campak sering disebut gabagen. Sedangkan cangkrang adalah cacar air atau dikenal dengan cangkrangen.

Kedua penyakit tersebut memiliki karakteristik berbeda, karena penyebab virusnya pun tidak sama. Campak dan cangkrang memerlukan penanganan yang berbeda pula. Namun keduanya bisa sama-sama menyebabkan ruam pada kulit dan menular.

Advertisement

Ruam kulit pada penderita campak akan terlihat saling menempel. Ruam pertama muncul di wajah dan menyebar ke leher hingga seluruh tubuh. Ketika ruam tersebut muncul, biasanya disertai dengan batuk, pilek, dan demam tinggi.

Sementara ruam pada penyakit cangkrang lebih menonjol, gatal, dan bisa pecah. Ruam cangkrang biasanya muncul di bagian yang tertutup, seperti dada atau punggung kemudian menyebar hingga ke tangan, leher, wajah, juga kaki.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) dr Istikomah menjelaskan, baik campak maupun cangkrang tidak boleh dianggap sepele. Apalagi jika penderita belum pernah menerima vaksin. "Orang tua perlu memperhatikan apabila pada bagian kulit muncul ruam merah bagaimanapun wujudnya, baik bintik-bintik, bentol maupun gatal yang berisi cairan dengan jumlah yang banyak, apalagi disertai demam, batuk, pilek, mata berair, atau disertai timbul bercak putih pada pipi bagian dalam anak, maka harus segera berobat ke dokter atau faskes," tutur Dokter Istikomah, Rabu (22/04/2026).

Advertisement

Campak bisa menyebabkan komplikasi serius, seperti infeksi paru (pneumonia), diare berat, malnutrisi, kerusakan otak, sampai kematian.

“Jika anak belum pernah divaksin, maka tubuh akan dipaksa menggunakan kekebalan alami saat terkena infeksi, karena kekebalannya belum terbentuk,” ujarnya.

Ia mengimbau kepada orang tua yang mendapati anak mengalami gejala tersebut agar segera dibawa ke fasilitas kesehatan (faskes) untuk mendapatkan penanganan lebih dini. “Baik anak yang terkena campak dan cangkrang, mereka perlu diberi obat dengan resep yang sesuai,” tambahnya.

Dirinya juga menyarankan kepada orang tua agar tetap menjaga kebersihan diri anak ketika terkena campak maupun cangkrang. Tidak dipungkiri, ia masih menjumpai orang tua yang enggan memandikan anaknya ketika terkena campak atau cangkrang.

Advertisement
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Radar SemarangIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Pakai Antrean Online, Dwiyanti Dapat Kepastian Waktu Layanan Faskes

Pakai Antrean Online, Dwiyanti Dapat Kepastian Waktu Layanan Faskes

Sejak menjadi pengguna aplikasi Mobile JKN, Dwiyanti punya kebiasaan baru.

Aturan BPJS Kesehatan Dinamis, RSUD Temanggung Gencarkan Edukasi

Aturan BPJS Kesehatan Dinamis, RSUD Temanggung Gencarkan Edukasi

RSUD Temanggung gencar memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai aturan pelayanan yang ditanggung BPJS Kesehatan, salah satunya melalui forum konsultasi publik (FKP). 

Gandeng Duta Muda, BPJS Kesehatan Perkuat Literasi Program JKN di Lingkungan Pelajar

Gandeng Duta Muda, BPJS Kesehatan Perkuat Literasi Program JKN di Lingkungan Pelajar

Antusiasme terlihat jelas dari wajah siswa SMK Citra Medika Kota Magelang saat mengikuti program Edutour Duta Muda BPJS Kesehatan Cabang Magelang, Rabu (23/9/2026).

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer