Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Pilus Minta Pembangunan di Daerah Pinggiran Merata

A
Penulis: Adennyar Wicaksono❯

Advertisement

ADENNYAR WYCAKSONO/ JAWA POS RADAR SEMARANGLEBIH MERATA : Ketua DPRD Kota Semarang, Kadar Lusman meminta adanya pemerataan pembangunan, di wilayah pinggiran.
ADENNYAR WYCAKSONO/ JAWA POS RADAR SEMARANG LEBIH MERATA : Ketua DPRD Kota Semarang, Kadar Lusman meminta adanya pemerataan pembangunan, di wilayah pinggiran.

 

RADARSEMARANG.ID, Semarang - Ketua DPRD Kota Semarang, Kadar Lusman meminta Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang, melakukan pemerataan pembangunan terutama di wilayah pinggiran.

Advertisement

 

Hal ini diungkapkan Kadar Lusman saat acara Jateng Talk bersama Jawa Pos TV, di Quest Hotel Simpang Lima. Pilus sapaannya meminta ada pembangunan yang berkelanjutan yang tidak hanya fokus di pusat kota saja.

 

Advertisement

"Memang sudah berjalan, tapi perlu ditingkatkan misal, dari sisi sarpras, fasilitas olahraga, fasilitas umum, RTH dan lainnya," katanya kepada Jawa Pos Radar Semarang.

 

Politikus PDI-Perjuangan ini, menjelaskan, jika masih ada beberapa kecamatan yang minim fasilitas tersebut terutama di wilayah pinggiran. Dia berharap ada keberpihakan Pemkot, agar pembangunan bisa dirasakan secara merata.

 

"Daerah yang dipinggiran ini juga perlu diperhatikan,  mereka juga warga Semarang, perlu dilakukan pemerataan dari sisi pembangunan," bebernya.

 

Dia menjelaskan, jika pembangunan sebenarnya sudah dilakukan melalui beberapa program seperti Musrenbang, hingga Pokok Pikiran Dewan, salah satunya untuk infrastruktur dan lainnya.

 

Namun dari cara tersebut dianggap belum cukup, karena pembangunan harus berkelanjutan dilakukan Pemkot Semarang. 

 

"Misalnya dari sisi saluran, aspal dan lainnya, harus ada pemeliharaan agar tidak rusak. Hal ini perlu dilakukan untuk pemerataan pembangunan, kalau setelah dibangun tidak dilanjutkan tentu akan rusak,"jelasnya.

 

Sementara itu, Kabid Perencanaan Pemerintahan, Pembangunan Manusia, dan Kesejahteraan Masyarakat, Bappeda Kota Semarang, Anum Gianingrih, menjelaskan jika isu strategis yang ada di daerah didengarkan Pemkot melalui berbagai cara, salah satunya kanal pengaduan.

 

"Dari aspirasi ini, kita masukan dalam rencana strategis Pemkot. Tahun ini kita kita berlakukan ke partisipatif masyarakat, sehingga apa yang diperlukan bisa terealisasi," jelasnya.

 

Musrenbang, kata dia tahun ini tidak lagi dilakukan di tingkat Kecamatan, melainkan di OPD teknis yakni di DPU, Disperkim, dan Distaru yang memiliki keahlian khusus di bidang infrastruktur.

 

"Harapannya pembagunan yang ada di daerah ini bisa merata," katanya.

 

Terpisah, Kaprodi Magister Administrasi Publik Fisip Untag Semarang, Dr. Tri Lestari H, M.Si, meminta agar pemerataan pembangunan bisa dilakukan demi kesetaraan wilayah.

 

"Misal di pinggiran ini memang kurang, harus ada perbaikan infrastruktur salah satunya banjir yang ditangani dari hulu ke hilir, dengan reboisasi ataupun sumur resapan," jelasnya. (den)

Advertisement
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Radar SemarangIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Gedung Pandanaran Disebut Miring dan Berisiko, DPRD Minta Kajian Teknis

Gedung Pandanaran Disebut Miring dan Berisiko, DPRD Minta Kajian Teknis

DPRD Kota Semarang, meminta Pemkot untuk terbuka dalam kejelasan aset Gedung Pandanaran, yang rencananya akan dikosongkan. Apalagi beredar rumor jika gedung ini akan dialihfungsikan sebagai hotel dan mall.

Almarhum Wachid Nurmiyanto Resmi Digantikan Mohammad Arif

Almarhum Wachid Nurmiyanto Resmi Digantikan Mohammad Arif

Alhamarhum Wachid Nurmiyanto, yang sebelumnya anggota DPRD Kota Semarang, dari Partai PAN, resmi digantikan oleh Mohammad Arif Wijaksono, dalam sidang paripurna pergantian antar waktu, di Gedung DPRD Kota Semarang

Panggung Qur’an di Etalase Kota Atlas

Panggung Qur’an di Etalase Kota Atlas

Mulai 11 hingga 20 September 2026, denyut Kota Semarang berganti irama. Bumi Kota Atlas resmi menjadi tuan rumah Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Tingkat Nasional XXXI.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer