Sehari Enam Kejadian Bencana Bersamaan di Ungaran
RADARSEMARANG.ID, Ungaran - Hujan dengan intensitas tinggi di Kabupaten Semarang sebabkan longsor, banjir, hingga tanah ambles.
Data dari Kepala BPBD Kabupaten Semarang Alexander Gunawan Tribiantoro kebencanaan yang pertama longsor tebing yang ada di wilayah Desa Kalirejo, halaman rumah ambles dan jalan di Perumahan Griya Bukit Jati Asri Kalirejo.
Tembok jebol mengakibatkan satu rumah tergenang air setinggi lutut. Wilayah Lerep Ungaran Barat talut disamping jalan ambrol.
Tanah ambles di wilayah Kawengen Ungaran Timur yang mengakibatkan satu rumah terdampak dari mulai gentingnya dan temboknya.
Pihaknya langsung melakukan pembersihan material menyedot air yang masuk ke dalam rumah.
Pemilik rumah yang rumahnya terkena aliran air karena tembok belakang rumah jembol, Imam Ruswahyudi 46 mengatakan saat itu dirinya, istri dan anaknya tidak berada di rumah.
Rumah tersebut kosong, dirinya pun tau dari grup RT kalau rumahnya terkena banjir bandang. Air sudah keluar deras dari pintu.
Bagian belalang terdapat pagar bumi yang sudah ada dari developer jembol.
Semua barang yang ada didalam tidak ada yang bisa diselamatkan.
Sejak 2017, Imam mengaku yang paling parah kali ini. Sebelumnya pernah terjadi namun belum separah sekarang.
"Saya taunya dari grup RT ada yang ngirimnya video lha kok rumah saya. Lemes kaget, saat itu lagi ada rapat saya langsung izin pulang. Sampai rumah masih banjir dibantu bapak-bapak untuk evakuasi barang yang penting,"ungkapnya.
Berbeda dengan Imam, Suparti 54 yang masih satu perumahan halaman depan rumahnya hingga jalan masuk kerumahnya ambles.
Amblesnya pun karena derasnya aliran air dari atas. Saat kejadian pun dirinya sedang membantu Imam dan warga mengevakuasi barang-barang. Sempat membawa suaminya yang sedang sakit stroke untuk keluar rumah.
Setelah membawa suaminya suara braakk terdengar ternyata halaman rumahnya dan jalan depan rumahnya ambles.
"Suara braakk kenceng sekali liat depan rumah sudah ambles. Anak perempuan ku masih didalam. Air dari atas deras banjir bandang gitu,"ceritanya.
Karena kejadian tersebut kedua keluarga tersebut terpaksa mengungsi ke rumah saudara dan tetangga terdekat.
Diwaktu bersamaan Kapolres Semarang AKBP Ratna Quratul Ainy dan Ketua DPRD Kabupaten Semarang Bondan Marutohening melakukan tinjauan langsung ke Perumahan Griya Bukit Jati Asri Kelurahan Kalirejo Ungaran Timur.
Bondan mengatakan evaluasi mitigasi bencana di Kabupaten Semarang harus diupayakan dengan baik.
Termasuk edukasi ke masyarakat terkait kebencanaan dalam hal potensi penyebabnya maupun penanganannya. Terutama soal menjaga saluran lingkungan.
Saat tinjauan Bondan mengatakan tidak hanya curah hujan tinggi beberapa tempat terlihat salurannya sudah tidak muat lagi. Ketika ditanya soal struktur bangunan memenuhi standar keamanan atau tidak Bondan mengatakan menilai standar atau tidak bukan wewenangnya.
"Namun potensi kerawanan ada disitu. Karena tanggulnya cenderung sudah jebol, sehingga harus ada penanganan-penanganan khusus. Pasti nanti, pihak-pihak terkait akan memanggil pengembangnya untuk diajak diskusi dan menangani masalah ini dengan baik,"jelasnya.
Terjadi banjir tidak hanya di Perumahan Griya Bukit Jati Asri Kelurahan Kalirejo Ungaran Timur, sekitaran jembatan dekat perumahan Amaya Ungaran yang belum lama ini selesai dibangun yang harapannya bisa mengurangi banjir ternyata belum terbukti.
Bondan juga sempat mengecek, ia menilai faktanya belum sesuai harapan. Terlihat sungai dan jembatannya aman, namun sepanjang jalan setelah jembatan tepatnya didepan Soto Angkringan Mas Boed banjir.
"Kebetulan saya pas lewat di sana juga. Limpahan air arah atas dari arah Alun-alun itu. Debitnya terlalu besar sehingga saluran airnya tidak muak tidak nampung. Evaluasinya ada disalurkan air,"lanjutnya.
Sementara itu Kapolres Semarang AKBP Ratna Quratul Ainy menambahkan saat ini Polres Semarang menurunkan 61 personil siaga bhayangkara.
Mereka bertugas untuk membantu masyarakat yang terdampak bencana, khususnya karena situasi cuaca yang tidak menentu.
Setelah pihaknya memastikan masyarakat selamat, Ratna mengatakan tim mencari persoalan hulunya.
"Tadi kita cari hulunya di mana sehingga airnya bisa kita alirkan dan kebetulan tadi di belakang itu tanah kosong dan tidak ada saluran airnya. Tadi pasukan sudah membuat saluran air. Dan juga dibentuk kolam sementara sehingga air tertampung di sana dan tidak mengalir,"pungkasnya.(ria)
Editor : Baskoro Septiadi