Berita Semarang Raya Jateng Nasional Ekonomi Edukasi Entertainment Event Features Games & eSports Sport Sepakbola Khazanah Lifestyle Tekno Traveling Otomotif Parenting Rubrik Foto

Dibalik Manisan Segi Delapan Khas Imlek, Ternyata Punya Makna dan Isinya Luar Biasa

Aris Hariyanto • Kamis, 8 Februari 2024 | 23:44 WIB
Manisan segi delapan khas Imlek.
Manisan segi delapan khas Imlek.

RADARSEMARANG.ID - Tahun Baru Imlek merupakan salah satu perayaan hari raya bagi masyarakat Tionghoa di seluruh dunia.

Perayaan Imlek ini diketahui juga diisi dengan aneka makanan khas yang sarat makna selain dekorasi, berbagai ritual, dan pertunjukan barongsai.

Salah satu makanan yang tidak boleh ketinggalan saat perayaan adalah manisan segi delapan khas imlek.

Diketahui, istilah manisan segi delapan merupakan sebuah nampan berbentuk segi delapan berisi berbagai makanan khas yang mereka sebut manisan.

Selanjutnya, manisan ini biasanya disajikan di atas meja ruang tamu atau keluarga, dan dibagikan kepada mereka yang datang berkunjung.

Manisan khas segi delapan ini juga ada yang menyebutnya dengan “Tray of Togetherness” dikarenakan melambangkan persatuan dan kebersamaan.

Namun demikian, manisan segi delapan khas imlek tidak hanya sekadar pemanis lidah, tetapi juga memiliki makna simbolis yang mendalam.

Setiap jenis manisan yang ada di dalam nampan segi delapan tersebut diyakini mewakili harapan atau doa untuk tahun yang baru.

Selain itu, bentuk segi delapan juga memiliki filosofi tersendiri bagi masyarakat Tionghoa yang merayakan Imlek.

Bentuk segi delapan bukanlah pilihan yang acak untuk nampan manisan Imlek, namun memiliki makna yang berkaitan dengan angka delapan.

Menurut keyakinan masyarakat Tionghoa, angka delapan dianggap sebagai angka keberuntungan dan simbol kemakmuran.

Dalam bahasa Mandarin, angka delapan disebut “ba”, dan dikabarkan mirip dengan kata “fa”, yang memiliki arti kemakmuran atau kekayaan.

Bentuk segi delapan diketahui juga melambangkan keseimbangan dan harmoni, dan setiap sudutnya menunjukkan kesetaraan dan keserasian.

Menurut mereka, bentuk tersebut saling bertumpang tindih yang melambangkan hubungan antara langit dan bumi, manusia dengan Tuhan, atau yin dan yang.

Dengan demikian, bentuk segi delapan menggambarkan hubungan yang harmonis antara segala sesuatu di alam semesta.

Sementara itu, isi manisan dalam nampan segi delapan biasanya berupa buah kering, permen, dan kacang, yang memiliki rasa manis atau gurih.

Setiap jenis manisan tersebut memiliki makna simbolis tersendiri yang berkaitan dengan keberuntungan, kesehatan, kemakmuran, dan keharmonisan.

Berikut ini beberapa contoh isi manisan dan maknanya yang biasanya di sajikan dalam nampan segi delapan khas Imlek.

Manisan melon yang melambangkan kesehatan dan perkembangan hidup, dan Jeruk kumquat melambangkan kemakmuran dan emas.

Selanjutnya ada Kelengkeng yang melambangkan banyak anak, diikuti dengan biji teratai untuk melambangkan kesuburan.

Berikutnya ada buah leci untuk melambangkan ikatan kuat keluarga, dan kacang tanah yang melambangkan doa agar panjang umur.

Kemudian semangka merah yang melambangkan kebahagiaan dan kejujuran, serta kelapa kering atau kelapa segar sebagai simbol persatuan dan persahabatan.

Isi manisan segi delapan khas Imlek tidak harus selalu sama, dan bisa disesuaikan dengan selera atau ketersediaan bahan.

Namun, yang terpenting adalah makna terkandung di dalamnya dalam mencerminkan rasa syukur dan harapan mereka.

Manisan segi delapan khas Imlek juga merupakan bentuk penghormatan dan penghargaan kepada tamu yang datang.

Selain itu juga sebagai ungkapan kasih sayang dan kepedulian kepada keluarga dan sahabat.

Editor : Baskoro Septiadi
#manisan segi delapan #Pertunjukan Barongsai #tionghoa #imlek