Berita Semarang Raya Jateng Nasional Ekonomi Edukasi Entertainment Event Features Games & eSports Sport Sepakbola Khazanah Lifestyle Tekno Traveling Otomotif Parenting Rubrik Foto

Warga Borobudur Lestarikan Minum Kopi dan Teh Sambil Ngeletus Gula Jawa

Agus AP • Selasa, 28 Desember 2021 | 17:37 WIB
Agus Prayitno sedang menjelaskan pembuatan gula Jawa kepada pengunjung yang datang. (LUQMAN SULISTIYAWAN/JAWA POS RADAR SEMARANG)
Agus Prayitno sedang menjelaskan pembuatan gula Jawa kepada pengunjung yang datang. (LUQMAN SULISTIYAWAN/JAWA POS RADAR SEMARANG)
RADARSEMARANG.ID - Tradisi unik minum kopi dan teh sambil ngeletus atau menguyah gula Jawa ada di Dusun Sendaren 1, Desa Karangrejo, Borobudur, Kabupaten Magelang. Tradisi ini dilestarikan warung kopi bernama Gubug Kopi. Selain menjadi tempat ngopi dan ngeteh, Gubug Kopi ini juga menjadi tempat edukasi pembuatan gula Jawa khas Desa Karangrejo.

Sejumlah pengunjung secara bergantian mengunjungi Gubug Kopi, Senin (27/12) kemarin. Lokasinya jauh dari keramaian. Berada di perkampungan yang banyak ditumbuhi pohon kelapa. Tepatnya di Dusun Sendaren 1, Desa Karangrejo, Borobudur, Kabupaten Magelang.

Setiap rombongan yang datang langsung disambut oleh Agus Prayitno, pemilik Gubug Kopi. Mengenakan pakaian adat Jawa dan blangkon, Agus langsung mengarahkan pengunjung ke dapur pembuatan gula Jawa dari nira kelapa di warung miliknya.

Agus begitu sabar menjelaskan bagaimana proses pembuatan gula Jawa. Pengunjung pun dipersilahkan untuk mengaduk nira kelapa di wajan. Para pengunjung cukup antusias. Beberapa dari mereka meminta difoto saat sedang mengaduk nira.

"Jadi pembuatan gula Jawa hampir mirip dengan pembuatan dodol dan jenang. Harus terus diaduk selama sekitar 2 jam," jelas Agus kepada salah satu rombongan pengunjung yang datang.

Selesai melihat proses pembuatan gula Jawa, Agus mempersilahkan para pengunjung duduk di warung miliknya tersebut. Minum kopi maupun teh, sembari ngeletus gula Jawa yang telah disediakan di meja. Gula tersebut dipotong kecil-kecil, dimakan setelah menyeruput kopi ataupun teh. Mirip seperti makan camilan.

Kepada pengunjung, Agus menggratiskan orang yang minum teh. Sementara untuk yang pesan kopi hanya ditarik biaya Rp 10 ribu. "Jadi wisata edukasi buat gula di sini gratis. Minum teh sama gula juga gratis. Kalau kopi Rp 10 ribu," ujar pria 36 tahun ini.

Kata Agus, minum kopi dan teh sambil ngeletus gula Jawa sedari dulu telah menjadi tradisi di Dusun Sendaren 1, Desa Karangrejo. Tradisi tersebut memiliki filosofi hidup. Yakni berpahit-pahit dulu baru manis kemudian. Sehingga minum kopi atau teh dilakukan terlebih dahulu, baru kemudian ngeletus atau menguyah gula Jawa yang manis rasanya.

"Filosofi tersebut merupakan harapan dari orang tua. Supaya anak itu kerja keras, giat belajar, dan tekun bekerja, agar mendapat manisnya hidup," kata bapak satu anak ini.

Agus mulai mengenalkan konsep ini kepada pengunjung Gubug Kopi sejak tahun 2017. Karena saat itu ia melihat di dusunnya belum memiliki daya tarik wisata yang cukup menjual.

Ia pun mulai melirik tentang edukasi pembuatan gula Jawa. Mengingat di dusunnya lumayan banyak yang menjadi perajin gula Jawa. Para perajin gula di dusunnya saat itu masih menjual gula Jawa dengan harga Rp 15 ribu perkilogram. Baginya harga tersebut tidak sebanding dengan jerih payah saat proses pembuatan gula Jawa.

"Melihat potensi gula Jawa ini, saya pun bercita-cita untuk mengangkatnya. Dengan cara ada atraksinya. Kalau hanya sekadar jual gula, di pasar banyak," ujar Agus sembari menyeruput kopi di meja.

Akhirnya, Agus pun terpikir untuk membuat edukasi pembuatan gula. Serta mengajak pengunjung untuk mencoba tradisi minum kopi dan teh sambil ngeletus gula Jawa. Ternyata idenya tersebut berhasil. Banyak para pengunjung yang berbondong-bondong datang ke Gubug Kopi. Ia pun memfasilitasi para perajin untuk menjual gula Jawa dengan harga yang menggiurkan.

"Jadi para perajin gula Jawa pada jual gulanya di sini (Gubug Kopi, red) dengan harga yang lumayan. Kemasan 300 gram Rp 20 ribu," katanya.

Setiap hari, Gubug Kopi menjual sekitar 32 kilogram gula Jawa kepada pengunjung. Agus tidak mewajibkan pengunjung untuk membeli. "Pengunjung tidak wajib beli. Sekadar lihat-lihat saja nggak papa," imbuhnya.

Selain menjual gula Jawa, di Gubug Kopi pun menjual beragam makanan tradisional yang ada di dusun setempat. Seperti jenang candil, jenang sagu, nasi kuluban, dan lainnya. "Kami juga jual produk UMKM di dusun seperti slondok dan lainnya," tutur pria yang dulunya menjadi guide ini.

Beberapa tokoh publik pun pernah datang ke Gubug Kopi. Untuk melihat proses pembuatan gula Jawa maupun mencoba tradisi ngeletus gula Jawa. Seperti Gubernur Ganjar Pranowo, artis Shireen Sungkar, sampai pesepakbola Irfan Bachdim. (man/ida) Editor : Agus AP
#Dusun Sendaren 1 #BOROBUDUR #Desa Karangrejo #Kabupaten Magelang #minum kopi dan teh sambil ngeletus #Gubug Kopi