RADARSEMARANG.ID, Semarang — Tak sedikit lulusan SMA/SMK yang ingin mendaftar Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) 2025 melalui jalur Sekolah Kedinasan.
Tahukah Anda, bahwa ada lima instansi Sekolah Kedinasan yang menerima peserta tes yang memiliki gangguan penglihatan.
Ya, tidak sedikit lulusan SMA/SMK yang merasa pesimis lantaran memiliki gangguan penglihatan seperti rabun jauh atau mata minus.
Tercatat, ada lima Sekolah Kedinasan yang membuka peluang bagi calon taruna yang memakai alat bantu penglihatan seperti kacamata.
Sembari menunggu jawaban penting dari pemerintah dalam hal ini Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan-RB) terkait jadwal pendaftaran CPNS 2025.
Yuk simak beberapa instansi sekolah kedinasan yang menerima peserta meski adanya gangguan penglihatan.
1. Politeknik Statistika STIS
STIS membuka kesempatan bagi pendaftar yang menggunakan kacamata atau lensa kontak, baik minus maupun plus, selama ukurannya tidak melebihi 6 dioptri.
Namun, calon mahasiswa tidak boleh mengalami buta warna, baik total maupun parsial.
Selain itu, syarat umum lainnya mencakup kesehatan fisik dan mental, kemampuan beraktivitas di dalam maupun luar ruangan, serta bebas dari narkoba.
2. Sekolah Tinggi Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (STMKG)
Bagi yang memiliki mata minus, STMKG milik BMKG juga bisa menjadi pilihan.
Sekolah ini memperbolehkan penggunaan kacamata dengan batas lensa spheris maksimal -4 D dan silindris hingga -2 D.
Namun, peserta wajib bebas dari buta warna.
Jika diterima, peserta juga harus bersedia menjalani prosedur Laser-Assisted In Situ Keratomileusis (LASIK) dengan biaya sendiri.
Syarat lainnya termasuk tinggi badan minimal 160 cm (pria) dan 155 cm (wanita), serta kondisi fisik dan mental yang sehat.
3. Sekolah Tinggi Intelijen Negara (STIN)
Sekolah di bawah naungan Badan Intelijen Negara ini juga memungkinkan pendaftar dengan mata minus atau plus, selama ukurannya maksimal 1 baik + (plus) atau - (minus).
Selain itu, STIN mensyaratkan tinggi badan minimal 165 cm untuk pria dan 160 cm untuk wanita, tidak memiliki tato atau bekas tato, serta sehat secara jasmani dan rohani.
4. Politeknik Keuangan Negara STAN
Berbeda dengan Sekolah Kedinasan lain, STAN tidak mencantumkan batasan khusus terkait kondisi mata.
Fokus persyaratan fisik lebih kepada larangan memiliki tato, bekas tato, serta tindik (kecuali karena alasan agama atau budaya).
Syarat ini berlaku untuk pria maupun wanita, dengan ketentuan khusus terkait jumlah dan lokasi tindik pada tubuh.
5. Politeknik Siber dan Sandi Negara (SSN)
SSN juga memberikan peluang bagi pendaftar berkacamata dengan ukuran maksimal plus atau minus 1, tetapi tidak memperbolehkan penggunaan lensa silindris.
Selain bebas dari buta warna total maupun parsial, peserta juga harus memenuhi syarat tinggi badan minimal 165 cm untuk pria.
Dan 160 cm untuk Wanita berat badan seimbang, dan bebas dari tato atau tindik di tempat yang tidak wajar.
Itulah beberapa instansi untuk formasi Sekolah Kedinasan pada CPNS 2025 yang menerima peserta yang setidaknya memiliki gangguan penglihatan.
Selamat mencoba, semoga menjadi rizki anda saudara-saudara. (fal)
Editor : Baskoro Septiadi