Berita Semarang Raya Jateng Nasional Ekonomi Edukasi Entertainment Event Features Games & eSports Sport Sepakbola Khazanah Lifestyle Tekno Traveling Otomotif Parenting Rubrik Foto

Sebentar Lagi Libur Imlek, Yuk Mengenal Asal Usul dan Maknanya

Sulistiono • Kamis, 12 Februari 2026 | 10:26 WIB
Photo
Photo

RADARSEMARANG.ID - Tinggal menghitung hari, warga Tionghoa diseluruh dunia tak terkecuali di Indonesia, akan merayakan pergantian tahun China atau orang familiar menyebutnya sebagai Tahun Baru Imlek. 

Di Tiongkok, ratusan orang warga di sana setiap menjelang Imlek berbondong-bondong akan pulang ke kampung halamannya untuk merayakan Imlek. Persis tradisi mudik di tanah air setiap jelang hari raya Idul Fitri. 

Rumah-rumah warga Tionghoa banyak yang di dekorasi sesuai dengan shio tahun baru Imlek. Tahun ini, 2026 shionya adalah shio kuda menggantikan shio tahun 2025 yakni ular. Gambar atau dekorasi kuda terpampang di rumah-rumah warga Tionghoa. 

 Baca Juga: GOR Utama Bojonegoro Siap Menggelar Lanjutan Proliga 2026

Tahun baru Imlek, bagi warga Tionghoa lebih dari sekadar pengaturan ulang kalender. Ini adalah momen bersama untuk mengirimkan berkah dan menetapkan rencana untuk tahun mendatang.

Bagi warga non Tionghoa pasti banyak yang bertanya-tanya asal usul, ada apa di balik tradisi Tahun Baru Imlek dan mengapa setiap penanggalan baru di tandai dengan perubahan shio, seperti tahun 2026 ini shio kuda?.

Mengapa Ada Imlek?

Tahun Baru Imlek diperkirakan sudah ada sejak abad ke-14 SM, ketika masa pemerintahan Dinasti Shang, dan asal-usulnya kaya akan legenda.

Dalam sebuah mitologi Tionghoa di ceritakan latar belakang atau asal usulnya adalah adalah kembali ke pertempuran melawan monster yang disebut Nian, yang artinya tahun dalam bahasa China. 

Nian akan tiba pada hari pertama tahun baru untuk meneror penduduk desa. Namun, penduduk desa mengetahui bahwa Nian takut dengan suara keras, cahaya terang, dan warna merah.

 Baca Juga: Format Baru BWF Super 1000, PBSI Angkat Bicara soal Skema Indonesia Open Mulai Tahun Depan

Karena itu, setiap pergantian tahun, warga desa di Tiongkok akan menggantung lentera merah untuk menakut-nakuti Nian dan menyalakan petasan juga. Sejak itu, Nian sudah tidak terlihat lagi meneror warga desa.

Penentuan Shio

Untuk memahami Tahun Kuda Api, ada dua kesalahpahaman umum yang perlu diluruskan.

Tidak seperti kalender Gregorian, kalender Tionghoa tidak dimulai pada tanggal 1 Januari. Kalender ini mengikuti kalender lunisolar tradisional berdasarkan fase bulan.

Setiap Tahun Baru Imlek jatuh antara 21 Januari dan 20 Februari, biasanya pada bulan baru kedua setelah titik balik matahari musim dingin. Ini berarti ketika kita mengatakan "2026 adalah tahun kuda," itu hanya berlaku untuk Tahun Baru Imlek saat ini.

Kesalahpahaman umum lainnya adalah bahwa shio berulang setiap 12 tahun. Itu benar untuk shio hewan, tetapi sistem tradisional berulang setiap 60 tahun.

Penyebabnya, setiap tahun menggabungkan salah satu dari 12 hewan dengan salah satu dari 10 elemen (versi Yin dan Yang dari Logam, Air, Kayu, Api, dan Bumi). Diperlukan 60 tahun agar kombinasi tersebut berulang.

Editor : Baskoro Septiadi
#Tradisi #tahun baru imlek 2026 #tahun baru imlek #shio #China #tionghoa #imlek #makna Imlek #shio kuda #kuda api #asal usul