Berdasarkan hasil evaluasi yang dilaksanakan guru di kelas pada mata pelajaran Pendidikan Agama Islam diketahui bahwa hasil belajar siswa belum mencapai KKM yaitu di bawah 75. Artinya belum mencapai kompetensi dasar. Hal ini disebabkan rendahnya minat anak dalam belajar Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti. Faktor berikutnya karena kegiatan pembelajaran di kelas yang tidak menarik dan menantang.
Permasalahn d iatas penulis atasi dengan model pembelajaran yang lebih banyak melibatkan siswa (siswa diberlakukan sebagai subjek belajar). Metode pembelajaran Jigsaw merupakan metode yang memperdayakan siswa- siswa saling kerjasama dalam proses pembelajaran.
Sudrajat (2008:1) mengatakan pembelajaran tipe Jigsaw adalah suatu tipe pembelajaran yang terdiri dari beberapa anggota dalam satu kelompok yang bertanggung jawab atas penguasaan bagian materi belajar dan mampu mengajarkan materi tersebut kepada anggota lain dalam kelompoknya.
Menurut Mulyadi SK (2011:132) metode adalah cara sistematis dan terpikir secara baik untuk mencapai tujuan. Jigsaw adalah merupakan strategi yang menarik untuk digunakan jika materi yang akan dipelajari dapat dibagi menjadi beberapa bagian dan materi tersebut tidak mengharuskan urutan penyampaian.
Jigsaw mempunyai kelebihan dapat melibatkan seluruh siswa dalam pembelajaran,dan sekaligus mengajarkan untuk dapat bekerja sama dengan orang lain sehingga dapat menumbuhkan rassa kerja sama saling asah,asih dan asuh antar teman sebaya,
Adapun langkah-langkah metode Jigsaw adalah guru menjelaskan tentang materi haji dan umrah. Guru menyampaikan aturan main model pembelajaran Jigsaw. Guru meminta siswa membentuk suatu kelompok dengan beranggotakan 5 orang.
Guru memberi materi kepada masing-masing kelompok. Anggota dari tim yang berbeda yang telah mempelajari materi yang sama bertemu dalam kelompok yang baru untuk mendiskusikan materi mereka. Siswa yang mendapat materi sama dari kelompok yang pertama membentuk kelompok baru. Setiap kelompok baru yang dapat materi yang sama melakukan diskusi tentang materi yang diterimanya.
Setelah selesai berdiskusi pada kelompok baru yang sama materinya kemudian kembali kekelompok awal. Setelah kembali ke kelompoknya maka tugas dari masing-masing anggota menjelaskan kepada temannya tentang hasil diskusi pada kelompok baru tadi secara bergantian sehinga semua anggota dalam kelompok akan mengetahui hasil diskusinya.
Dapat disimpulkan bahwa pembelajaran Jigsaw adalah model pembelajaran yang melibatkan beberapa individu dalam satu kelompok yang saling bertanggung jawab atas tugas yang diberikan untuk dapat diinformasikan kepada orang lain sehingga dapat menumbuhkan kerja sama antaranggota kelompok.
Penerapan model pembelajaran tipe Jigsaw terhadap mata pelajaran PAI dan Budi Pekerti dari hasil penelitian yang telah dilakukan memberikan hasil bahwa terdapat perbedaan yang signifikan terhadap peningkatan hasil belajar siswa sebelum diberi tindakan dan sesudah ada tindakan.
Skor rata-rata siswa sesudah diberi tindakan lebih besar daripada sebelum diberi tindakan. Dengan demikian model pebelajaran Jigsaw berpengaruh terhadap peningkatan pemahaman siswa pada mata pelajaran PAI dan Budi Pekerti di SMP Negeri 1 Bojong. Bagi siswa kategori rendah dan sedang, model pembelajaran ini dapat meningkatkan pemahaman secara signifikan. Sedangkan bagi siswa kategori tinggi tidak memberikan perbedaan secara signifikan.
Ke depan metode ini akan digunakan sebagai contoh pembelajaran yang kooperatif dan bisa diterapkan di satuan pendidikan dalam mata pelajaran yang lain. Selanjutnya akan diperbaiki kelemahan-kelemahan yang terjadi saat pembelajaran berlangsung. (bp2/lis)
Guru PAI-BP SMPN 1 Bojon Editor : Agus AP