Berita Semarang Raya Jateng Nasional Ekonomi Edukasi Entertainment Event Features Games & eSports Sport Sepakbola Khazanah Lifestyle Tekno Traveling Otomotif Parenting Rubrik Foto

Akibat Tidak punya Drainase, Halaman SD Negeri 2 Ngrapah Tergenang Air

Nurfa'ik Nabhan • Kamis, 4 Januari 2024 | 03:37 WIB
Petugas Damkar Pos Ambarawa tengah melakukan penyedotan air
Petugas Damkar Pos Ambarawa tengah melakukan penyedotan air

RADARSEMARANG.ID, BANYUBIRU - SD Negeri 02 Ngrapah, Desa Ngrapah, Kecamatan Banyubiru tergenang banjir Selasa (2/1). Hal tersebut dikarenakan intensitas hujan lebat yang terjadi sehingga air meluap hingga ke lingkungan sekolah serta tidak ada gorong-gorong saluran air. 

Kepala Dinas Satpol PP dan Damkar (Poldam) Kabupaten Semarang, Anang Sukoco mengatakan bahwa sekolahan tersebut telah tergenang banjir usai diguyur hujan deras. Dimana kejadian tersebut dilaporkan oleh kepala sekolah ke petugas Damkar. 

"Kepala Sekolah melapor kepada kami untuk meminta bantuan Damkar melakukan penyedotan air, yang membanjiri halaman sekolah mereka," terangnya saat dikonfirmasi Rabu (3/1). 

Setelah itu petugas Damkar dari Regu A Ambarawa langsung menuju lokasi dan melakukan penyedotan air yang membanjiri halaman sekolah. Serta tidak adanya gorong-gorong yang ada di depan sekolah menyebabkan air mudah masuk ke halaman sekolah. 

Disisi lain Kepala Harian Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Semarang, Alexander Gunawan Tribiantoro menyebutkan pihaknya telah berkoordinasi dengan Poldam Kabupaten Semarang untuk melakukan upaya penyedotan air banjir itu. Pasalnya sekolah tersebut menjadi langganan banjir ketika musim hujan tiba. 

"Informasinya memang sekolah tersebut langganan terkena banjir jika terjadi hujan dengan intensitas deras dan cukup lama, itu memang selalu banjir," jelasnya. 

Dari analisa dari BPBD Kabupaten Semarang, kondisi sekolahan itu posisinya lebih rendah daripada sungai yang ada di sekitarnya. Sehingga jika terdapat hujan dengan intensitas waktu yang lama dipastikan akan banjir di halaman sekolah. 

"Kami juga berkoordinasi dengan Disdikbudpora terkait penanganannya jangka panjang. Supaya setiap tahunnya tidak tergenang banjir di sekolahan itu," sebutnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan, Kebudayaan, Pemuda, dan Olahraga (Disdikbudpora) Kabupaten Semarang, Sukaton Purtomo Priyatmo mengungkapkan jika banjir yang kerap melanda SDN Rapah 02 Banyubiru itu memang disebabkan karena tidak adanya gorong-gorong yang ada di sekitar lingkungan sekolahan itu. Sehingga air sering masuk ke area halaman sekolah. 

"Kami sudah melaporkannya ke Dinas Pekerjaan Umum (DPU) dan Bupati Semarang, untuk segera dibuatkan gorong-gorong. Agar air tidak mudah masuk ke halaman sekolah," jelasnya. 

Sukaton juga menyebutkan dengan adanya kejadian tersebut tidak ada libur sejak masuknya kembali pembelajaran di bulan Januari 2024 ini. Serta kegiatan belajar mengajar tetap berjalan. (nun/bas) 

 

 

 

Editor : Baskoro Septiadi
#BANJIR #gorong-gorong #tergenang air #BPBD #Kabupaten Semarang #DAMKAR