Berita Semarang Raya Jateng Nasional Ekonomi Edukasi Entertainment Event Features Games & eSports Sport Sepakbola Khazanah Lifestyle Tekno Traveling Otomotif Parenting Rubrik Foto

Warga Jalan Abimanyu Semarang Sulap Pinggiran Rel Jadi Tempat Estetik Lewat Puluhan Mural

Figur Ronggo Wassalim • Kamis, 15 Agustus 2024 | 01:44 WIB

 

Para warga RT 5 RW 2 Lurah Pendrikan Lor melukis mural tembok pembatas antara rel kereta api dengan pemukiman Jalan Abimanyu V, Rabu (14/8). NUR CHAMIM/JAWA POS RADAR SEMARANG
Para warga RT 5 RW 2 Lurah Pendrikan Lor melukis mural tembok pembatas antara rel kereta api dengan pemukiman Jalan Abimanyu V, Rabu (14/8). NUR CHAMIM/JAWA POS RADAR SEMARANG

RADARSEMARANG.ID, Semarang - Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia (RI) ke-79 tinggal menghitung hari.

Beberapa tempat mulai menghias lingkungan sekitar. Salah satunya di Kampung Toleransi, Jalan Abimanyu V, RT 5 RW 2, Kelurahan Pendrikan Lor, Semarang Tengah.

Saat memasuki Kampung Toleransi, para pengunjung disambut dengan berbagai lukisan mural.

Dinding pembatas antara rel kereta api sepanjang 400 meter dengan pemukiman warga dipugar.

Melalui puluhan lukisan mural dengan berbagai tema dan keunikannya di setiap kotaknya.

Ada nasionalisme seperti burung Garuda yang membawa bendera merah putih.

Selain itu, beberapa karakter kartun seperti Naruto, Mobile Legend, Sopo Jarno, dan lainnya juga ikut berderet.

Para tokoh, seperti pendiri Nahdlatul Ulama dan Presiden Jokowi juga terpampang di tembok tersebut.

Selain 10 Program Pokok PKK, terdapat 10 Program Bapak-bapak, dan gambar tumpukan buku khas background wisuda juga ikut terlukis.

Mural-mural tersebut menjadi daya tarik bagi warga yang melintas. Tak sedikit pula, para pengguna jalan berhenti sejenak hanya untuk berselfi dengan latar belakang mural.

Di sela-sela lukisan mural, terdapat televisi dan sound sistem. Sebagai tempat berkumpulnya bapak-bapak saat ronda malam.

Puluhan mural tersebut diinisiasi oleh Supriyono, 58, salah satu warga RT 5 RW 2. Berawal dari sisa cat dari tetangga yang digunakan untuk melukis tembok di depan rumahnya.

"Tetangga samping rumah tertarik minta dilukis juga depan rumahnya, akhirnya saya lukis sesuai keinginan mereka, yang penting dibelikan cat," jelasnya.

Puluhan mural ini dikerjakan sejak beberapa bulan lalu. Dibantu oleh warga sekitar, dikerjakan secara swadaya dari siang hingga malam. Satu petak lukisan membutuhkan waktu dua hari pengerjaan.

"Alhamdulillah, tidak ada yang sulit, karena bareng-bareng. Saya senang lukisan pemandangan ikan, karena bentuk gambarnya ini sangat puas. Lainnya bagus dan puas karena karya seni," jelasnya.

Ketua RW 2 Kelurahan Pendrikan Lor, Tri Kartiko, menjelaskan proses pelukisan mural tersebut dapat menjadikan warga semakin akrab dan semakin memupuk toleransi antar warga.

"Semakin hangat antar warga seperti keluarga, dan semakin termotivasi bekerja bakti di lingkungan ini," jelasnya.

Lurah Pendrikan Lor, R Wisnu Effendy, sangat mengapresiasi kreativitas dari warga RT 5 RW 2 Kelurahan Pendrikan Lor.

Dulunya wilayah tersebut wilayah terpinggirkan, karena inovasi dan dukungan dari kelembagaan, Kampung Toleransi menjadi lebih baik.

"Dulunya kumuh, menjadi aman, tentram, dan bersih. Warga guyub dan toleransi, sehingga image jika lewat di pinggir rel dulunya takut, menjadi jujukan foto-foto," jelasnya.

Lurah Pendrikan Lor sangat tertarik dengan 10 Program Bapak-bapak yang berisi guyonan untuk memotivasi bapak-bapak untuk menjalin silaturahmi.

"Bahkan, di RW 1 yang beralamatkan Jalan Abimanyu VIII, mengikuti virus kebaikan mempercantik lingkungan dengan mural juga, yang bergambar pewayangan," jelasnya. (fgr/bas)

Editor : Baskoro Septiadi
#MURAL #kampung toleransi