RADARSEMARANG.ID, Semarang - Organisasi Muhammadiyah menetapkan awal Bulan Ramadan jatuh pada Senin (11/3/2024). Lebih dari 50 masjid di Kota Semarang gelar Salat Tarawih pada Minggu (10/3/2024) malam.
Demikian disampaikan oleh Wakil Ketua PD Muhammadiyah Semarang, AM Jumai.
Sesuai maklumat Pimpinan Pusat Muhammadiyah, tanggal 10 Maret 2024 adalah perdana melakukan Salat Tarawih.
"Sehingga, masjid-masjid Muhammadiyah mempersiapkan Salat Tarawih malam ini, mas," katanya kepada Jawa Pos Radar Semarang, Minggu (10/3/2024).
Jumai yang juga sebagai Ketua Lembaga Dakwah Komunikasi (LDK) PWM Jawa Tengah ini menambahkan maklumat ini bersifat sentralistik. Sehingga tidak diputuskan di masing-masing kabupaten/kota. "Diputuskan pimpinan pusat Muhammadiyah, sehingga kita mengikuti," jelasnya.
Penentuan awal Bulan Ramadan berdasarkan Wujudul Hilal melalui majlis tarjih dan tajdid Muhammadiyah.
"Berdasarkan hasil hisab hakiki Wujudul Hilal, maka diperoleh ketinggian tinggi bulan saat matahari tenggelam di Yogyakarta sudah masuk +00°56 sampai 28, jadi hilal sudah wujud," katanya.
Lebih dari 50 masjid Muhammadiyah Kota Semarang, dari 16 kecamatan dan 177 kelurahan yang menggelar Salat Tarawih, Minggu (10/3) malam.
"Baik dari masjid, Musala, sekolah, rumah sakit, panti asuhan dan kampus perguruan tinggi di bawah naungan Muhammadiyah menggelar Salat Tarawih malam ini secara serentak," tandasnya.
Pria yang juga Ketua Forum Ormas Kota Semarang ini menyampaikan umat Islam di Indonesia sudah terbiasa dan sudah dewasa dalam menghadapi perbedaan awal Bulan Ramadan.
Pada tahun 2024 ini, awal Bulan Ramadan berbeda, tetapi kemungkinan Hari Raya Idul Fitri jatuh pada tanggal yang sama.
"Perbedaan awal Bulan Ramadan Muhammadiyah dengan Pemerintah dan NU, potensi Idul Fitrinya sama," ujarnya.
Berdasarkan Muhammadiyah potensi Idul Fitri pada 29 Ramadan atau Senin Kliwon 8 April 2024, ijtimak jelang Syawal belum terjadi. Tetapi, ijtimak jelang Syawal terjadi pada 30 Ramadan atau Selasa Legi, 9 April 2024.
"Sehingga, 1 Syawal terjadi pada Hari Rabu Pahing atau 10 April 2024, puasanya 30 hari. Potensi Pemerintah dan NU puasanya 29 hari, kalau hari Kamis Idul Fitri itu tidak mungkin. Karena Hari Rabu sudah +6°," katanya. (fgr/bas)
Editor : Baskoro Septiadi