RADARSEMARANG.ID, Pekalongan – Perayaan Hari Pahlawan 2025 sekaligus Hari Ulang Tahun ke-78 ulama kharismatik yang juga anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Watimpres) RI Dr (HC) KH Habib Muhammad Luthfi bin Ali bin Yahya berlangsung khidmat.
Perayaan kali ini, tak sekadar seremoni, tapi untuk mengenang jasa para pahlawan bangsa yang telah berkorban demi dengan darahnya demi kemerdekaan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) Indonesia.
Acara dimulai dengan melakukan khataman Alquran 30 juz di Taman Makam Pahlawan (TMP) Prawira Reksa Negara Kota Pekalongan dan pentas musik gambus Seroja Entertainment di kediaman Maulana Habib Luthfi pada Minggu malam 9 November 2025.
Acara dilanjutkan dengan ziarah dan doa bersama Maulana Habib Luthfi di TMP Prawira Reksa Negara, pada Senin sore 10 November 2025.
Pada Senin malam 10 November 2025, dilaksanakan perayaan bersama instansi pemerintah, TNI Polri, jajaran Forkopimda, tokoh agama, tokoh masyarakat, dan masyarakat luas.
Maulana Habib Lutfi menyampaikan, melalui perayaan Hari Pahlawan 10 November 2025 ini, untuk mengenang jasa para pahlawan bangsa yang telah berkorban dengan tetesan darahnya demi kehormatan bangsa, demi harga diri bangsa, demi jati diri bangsa, serta demi persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia.
Karena itulah, meski telah menghabiskan miliaran rupiah anggaran untuk menggelar perayaan Hari Pahlawan, tak akan pernah mampu membayar dan menebus perjuangan para pahlawan.
Meski begitu, para pahlawan ini akan bahagia jika ada generasi bangsa yang terus menjaga apa yang telah diperjuangkannya.
“Beliau (para pahlawan) selalu bertanya siapa penerus yang akan melanjutkan yang telah kuperjuangan dengan darah mengalir, demi menuju kehormatan bangsa, harga diri bangsa, dan jatidiri bangsa,” kata Maulana Habib Luthfi.
Untuk membalas jasa para pahlawan, tegas Habib Luthfi, adalah menjaga ukhuwah, persatuan dan kesatuan, jangan sampai mudah dicerai berai, dipecah belah oleh isu dan kabar hoaks, yang bertujuan memecah belah persatuan dan kesatuan NKRI.
“Di Taman Makam Pahlawan ini, saya ingin bertanya relakah bangsamu ini dipecah belah, pasti akan menjawab tidak. Jawaban ini adalah kebahagiaan beliau (para pahlawan) yang telah mendahului kita. Semoga ini menjadi contoh, dengan peringatan 10 November, kita akan menjadi bangsa yang tak akan melupakan sejarah,” tandasnya.
Dalam perayaan di kediaman Habib Luthfi, Wali Kota Pekalongan HA Afzan Arslan Djunaid menegaskan bahwa Habib Lutfhi sudah menjadi pahlawan.
Terutama pengabdiannya untuk kemajuan dan pembangunan Kota Pekalongan, untuk Jawa Tengah (Jateng), untuk Indonesia di mata dunia.
Bahkan wali kota selalu menggandeng Habib Lutfhi dalam memperjuangkan pembangunan Kota Pekalongan. Wali kota merasa tersanjung, karena diantar ke kantor menteri hingga ke istana negara RI.
Di antaranya dalam memperjuangkan pembangunan Pasar Banjarsari, penanganan banjir Kota Pekalongan, dan terakhir kantor Pemkot dan DPRD Kota Pekalongan yang sudah positif akan mulai dibangun tahun 2026.
Berkat Habib Luthfi juga, katanya, meski Kota Pekalongan ini kota kecil hanya 4 kecamatan dengan 77 kelurahan, namun bisa menjadi tempat acara berkaliber internasional. Yakni muktamar sufi tingkat dunia yang dihadiri tokoh agam dari berbagai negara.
“Sebagai Watimpres, beliau selalu mengantar Wali Kota pekalongan ke rumah menteri, ke rumah presiden, dan endingnya dari beliau,” kata wali kota penuh rasa terima kasih.
Sementara itu, terkait ulang tahun Habib Luthfi, berbagai tokoh di Indonesia dan muridin menyampaikan ucapan selamat ulang tahun dan doa panjang umur dalam video pendek. (ida)
Editor : Ida Nor Layla