Berita Semarang Raya Jateng Nasional Ekonomi Edukasi Entertainment Event Features Games & eSports Sport Sepakbola Khazanah Lifestyle Tekno Traveling Otomotif Parenting Rubrik Foto

Tiga Karya Inovatif Menangkan Lomba Kriya

Agus AP • Selasa, 30 Agustus 2022 | 16:58 WIB
FGD via zoom meeting bertema ‘Produktif dan Berkreasi di Tengah Pandemi’, bersama Septi Wulandari seorang reseller baju dan produk rumah tangga, Prasetyo Bayuaji founder Pasarku Semarang, dan Kristiyanto alias Yanto pengusaha Kayuki Temanggung, Rabu (30/1
FGD via zoom meeting bertema ‘Produktif dan Berkreasi di Tengah Pandemi’, bersama Septi Wulandari seorang reseller baju dan produk rumah tangga, Prasetyo Bayuaji founder Pasarku Semarang, dan Kristiyanto alias Yanto pengusaha Kayuki Temanggung, Rabu (30/1
RADARSEMARANG.ID, Magelang – Sunari, pemilik workshop Difa Plastgon menjuarai lomba kriya souvenir Khas Magelang tahun 2022. Ia membuat replika water toren berbahan limbah plastik dikombinasikan dengan karung goni.

Sedangkan juara kedua, Deddy Haryanto dengan karyanya, kotak penyimpanan aksesori berbahan kayu yang digambari water toren. Juara ketiga, Rofif Naufal Wafi atas karya lampu hias berbahan paralon bekas dan bergambar water toren.

Ketua Dekranasda Kota Magelang Niken Ichtiaty Nur Aziz  memuji karya-karya inovatif dari warga Kota Magelang itu. Menurutnya juga, karya itu bisa menjadi buah tangan bagi wisatawan yang berkunjung ke Magelang. Terutama ketika ke Kebun Raya Gunung Tidar.

“Supaya wisatawan yang datang merasa ‘oh ini to suvenir khasnya Magelang dan Gunung Tidar’,” ujar Niken selaku salah satu juri lomba.

Plt Kepala Disperindag Kota Magelang Syaifullah menyebutkan ada 62 karya yang dilombakan dan dipamerkan pada Magelang Craft Expo & Festival Getuk 2022, di Alun-alun Kota Magelang (5-7/8). Lomba ini untuk menjaring kreativitas masyarakat dalam membuat suvenir khas Kota Magelang.

Kabid Perindustrian Disperindag Kota Magelang Hety Kusumawati menambahkan, lomba ini merupakan tindak lanjut dari pelatihan diversifikasi produk kerajinan. Pelaksanaannya awal tahun lalu ada 30 perajin mengikuti pelatihan selama tiga hari dari teori dan praktik. (put/lis) Editor : Agus AP
#kriya souvenir