RADARSEMARANG.ID - Seperti yang kita ketahui bahwa batik merupakan salah satu kekayaan warisan budaya Indonesia yang telah diakui oleh UNESCO sejak tahun 2009.
Di balik coraknya yang penuh filosofi, kain batik terutama batik tulis memerlukan perawatan khusus agar tetap awet dan tidak kehilangan pesonanya.
Pembuatan kain batik yang sering kita ketahui dan populer adalah teknik batik tulis, yang mana pembuatan dengan cara ini sangat berbeda dengan pembuatan kain dari produksi pabrik tekstil.
Selain perbedaanya terletak pada cara pembuatan, jenis kain dan pewarna yang digunakan dalam membatik juga berbeda.
Baca Juga: Makna Tersembunyi 7 Motif Batik Indonesia, dari Parang hingga Mega Mendung
Pewarna yang sering digunakan dalam membatik terutama dalam batik tulis, mereka cenderung menggunakan pewarna dari bahan alami.
Proses pembuatannya dilakukan manual dengan teknik tradisional, bahkan pewarna yang digunakan sebagian besar berasal dari bahan alami.
Karena itu, jika salah perawatan, warna batik bisa cepat luntur dan serat kainnya mudah rusak.
Sebab itu apabila tidak dirawat dengan baik, dikhawatirkan warna dari kain batik akan luntur dan menjadi kurang menarik lagi.
Untuk menjaga kualitas kain batik tetap awet dan indah, ada beberapa hal penting yang perlu diperhatikan.
Beginilah beberapa tips cara yang bisa Anda lakukan upaya menjaga batik Anda:
1. Hindari penggunaan sabun atau detergen biasa yang sering kalian pakai, coba alihkan menggunakan sabun khusus untuk mencuci batik.
Apabila susah ditemukan sabun lerak menjadi salah satu opsi yang bagus karena terbuat dari bahan alami, yakni buah lerak.
Sudah menjadi rahasia umum bahwa sabun lerak adalah pembersih alami yang mengandung saponin.
Saponin berfungsi sebagai surfaktan alami yang mampu membersihkan kotoran tanpa bahan kimia lainnya.
2. Jika memang sabun lerak masih kurang masuk di harga dompet Anda, saya memiliki opsi lain yang pasti gampang ditemukan di sekitar kita.
Anda dapat menggunakan sampo sebagai pilihan lain untuk mencuci kain batik.
Sampo jika dibandingkan dengan deterjen biasa, bahan di dalam sampo jauh lebih ringan dan lembut dibanding deterjen, sehingga warna pada kain batik juga lebih terjaga daripada memakai sabun cuci pakaian lainnya.
Perlu diingat, dalam mencuci batik hanya perlu digosok perlahan, sabun atau sampo yang digunakan harus larut dalam air terlebih dahulu, baru bilas dengan air bersih sampai hilang busanya.
3. Mencuci batik jangan gunakan mesin cuci, karena akan dikhawatirkan dapat merusak permukaan kain dan juga motif indahnya.
Jadi hanya perlu digosok perlahan, atau dicelup beberapa kali saja supaya kain dan motif tetap masih terjaga.
4. Jangan keringkan dengan mesin ataupun dipelintir dengan kuat. Cukup gantung di tempat sirkulasi yang baik, sehingga akan mengering seiring waktu.
5. Hindari menjemur batik di bawah terik matahari langsung, hal ini ditakutkan warna batik yang memudar dan kain akan menjadi pudar. Sekadar gantung dan angin-anginkan di tempat yang teduh sampai kering secara perlahan.
6. Saat mencuci dan menyetrika, sebaiknya hindari penggunaan cairan pelembut atau pewangi karena kandungan kimianya bisa merusak warna batik.
7. Jika kain terlihat kusut, cukup semprotkan air bersih atau gunakan setrika uap agar lebih aman.
Selain itu, batik juga sensitif terhadap zat kimia dari parfum maupun make up. Karena itu, jangan semprotkan parfum langsung ke permukaan kain.
Hindari juga penggunaan kapur barus atau kamper karena zat kimianya dapat merusak serat kain.
8. Agar tetap terjaga, batik sebaiknya sesekali dikeluarkan dan diangin-anginkan. Cara ini membantu mencegah lembap yang bisa memicu jamur dan merusak warna maupun kain batik itu sendiri.
Dengan perawatan yang tepat, batik tidak hanya bertahan lama tetapi juga tetap menampilkan keindahan motif serta nilai budaya yang melekat di dalamnya.
Sebab, menjaga batik bukan hanya soal kain, melainkan juga menjaga identitas bangsa. (mg27)
Editor : Baskoro Septiadi