Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Makna Tersembunyi 7 Motif Batik Indonesia, dari Parang hingga Mega Mendung

Y
Batik Indonesia memiliki tujuh kelompok motif utama dengan makna filosofis mendalam
Batik Indonesia memiliki tujuh kelompok motif utama dengan makna filosofis mendalam

RADARSEMARANG.ID - Indonesia adalah negara kepulauan yang memiliki banyak sekali warisan budaya dari berbagai daerah dan itu juga merupakan salah satu tanda identitas budaya bagi bangsa Indonesia, salah satunya adalah kain batik. 


Advertisement

Batik tidak hanya sekadar kain tradisional Indonesia, melainkan juga warisan budaya dunia yang diakui UNESCO sejak 2009. Di balik coraknya yang indah, batik menyimpan makna filosofis yang mendalam. 

Setiap daerah memiliki motif khas yang menjadi identitas budaya sekaligus nasihat kehidupan.

Advertisement

Motif batik merupakan kerangka gambar yang merealisasikan batik secara keseluruhan.

Kerangka batik biasanya berupa perpaduan antara garis, bentuk, dan isen yang kemudian menjadi satu kesatuan yang dapat mewujudkan batik secara keseluruhan.

Corak batik atau motif batik seringkali dibuat dengan bentuk bidang-bidang segitiga, segi empat, atau lingkaran.

Advertisement

Ataupun juga terdapat motif flora, fauna, geometris, dan lainnya. Setiap daerah memiliki motif dan corak batik khasnya masing-masing.

Indonesia yang memiliki banyak budaya tentu juga memiliki banyak jenis motif dari berbagai daerah dan budaya setempat.

Batik Indonesia tidak hanya dikenal lewat keindahan coraknya, tetapi juga sarat makna dan filosofi. 

Setiap daerah memiliki motif khas dengan nilai simbolis yang berbeda. Secara umum, batik Nusantara terbagi dalam tujuh kelompok corak.

Pertama, Batik Parang, yang sudah dikenal sejak masa Mataram Kartasura. Motif ini melambangkan semangat pantang menyerah seperti ombak laut yang tak pernah berhenti. 

Jalinan pola pada batik Parang juga bermakna kesinambungan, baik dalam memperbaiki diri, memperjuangkan kesejahteraan, maupun menjaga ikatan keluarga.

Dahulu, motif ini kerap dijadikan hadiah bagi anak keturunan bangsawan. Contoh motifnya antara lain Parang Klitik dan Parang Rusak.

Kedua, Batik Geometris, dengan ciri ornamen berbentuk susunan geometri yang dapat dibagi menjadi pola berulang atau “raport”.

Motif ini hadir dalam variasi seperti Gambir Saketi, Limaran, Sriwedari, dan Tirta Reja.

Ketiga, Batik Banji, yang melambangkan keteraturan hidup. Contoh yang populer ialah Banji Bengkok.

Keempat, Batik Tumbuhan Melanjar, yang mencerminkan hubungan harmonis antara manusia dan alam. Contoh motifnya antara lain Cokrak-cakrik, Luwung Klewer, dan Semen Yogya.

Kelima, Batik Tumbuhan Air, yang menggambarkan pentingnya peran tumbuhan air bagi kehidupan manusia, seperti terlihat pada motif Ganggong dan Ganggong Sari.

Keenam, Batik Bunga, yang identik dengan makna keindahan, kebahagiaan, dan harapan baik. 

Motif bunga dan daun sering dipahami sebagai simbol wahyu Tuhan untuk menggapai cita-cita, seperti rezeki, penghargaan, atau kehidupan yang lebih baik. Contohnya Kembang Kenikir dan Truntum.

Terakhir, Batik Satwa, yakni ragam hias yang mengambil inspirasi dari hewan, meski telah mengalami stilisasi bentuk. 

Hewan-hewan tersebut mengandung filosofi mendalam, misalnya burung melambangkan kebebasan, gajah berarti kekuatan besar, sementara kupu-kupu, kadal, hingga ikan juga kerap digunakan. 

Contoh motifnya antara lain Gringsing dan Sido Mukti.

Dan berikut beberapa motif batik dengan maknanya:

1. Motif Batik Parang. Motif batik ini mempunyai makna filosofi yang tinggi, yakni merupakan nasihat supaya tidak boleh menyerah.

Seperti yang tergambarkan dalam motif parang, yaitu motif ombak laut yang tak pernah berhenti bergerak. Motif ini berasal dari pulau Jawa, khususnya DIY Yogyakarta dan Solo.

2. Motif Batik Mega Mendung. Motif ini salah satu motif yang populer karena bentuk dan perpaduan warna yang indah. 

Di balik keindahan motif ini memiliki makna yang melambangkan kekuatan, keberanian, dan keselamatan dari bencana alam. Motif ini berasal dari Cirebon, Jawa Barat.

3. Motif Batik Kawung. Motif ini memiliki simbol kekosongan nafsu dan hasrat duniawi, sehingga juga dimaknai sebagai pengendalian diri yang sempurna. Motif ini berasal dari Jawa Tengah dan Jawa Timur.

4. Motif Batik Emprit. Motif ini memiliki corak burung pipit yang mana burung tersebut tidak pernah dari kelompoknya. 

Motif ini menyampaikan makna supaya manusia dapat belajar dari alam sekitar dan menjaga hubungan baik dengan sesama. Motif ini berasal dari pulau Jawa.

Advertisement
Editor : Baskoro Septiadi
Sumber : Dinas Kebudayaan, P2K STEKOM, Universitas Brawijaya, Kementrian Perindustrian RI, Telkom University
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Radar SemarangIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer