RADARSEMARANG.ID, KENDAL-Lulusan Politeknik Industri Furnitur dan Pengolahan Kayu (Polifurneka) Kendal kembali menorehkan prestasinya.
Kali ini, 90,07 persen lulusan telah terserap industri alias sudah bekerja sebelum diwisuda.
Direktur Polifurneka Kendal Peni Shoffiyati menerangkan, Polifurneka terus berkolaborasi dengan mitra industri terkait perencanaan kurikulum.
Termasuk link and match dengan industri untuk memenuhi kebutuhannya.
"Apa yang dibutuhkan oleh industri itu selalu diterapkan di Polifurneka. Sehingga ketika lulusan kami terjun ke dunia industri itu sesuai dengan kebutuhan industri tersebut," terangnya usai wisuda ke-4 Polifurneka Kendal.
Tahun ini, Polifurneka mewisuda 141 mahasiswanya. Berbagai prestasi ditorehkan para lulusan dari kampus yang berada di bawah naungan Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Industri (BPSDMI) Kementerian Perindustrian (Kemenperin).
Diantaranya, 90,07 persen atau 127 alumni program D3 & setara D1 diserap oleh industri sebelum wisuda.
Lalu 88 persen dari 116 alumni program Pendidikan D3. Kemudian 100 persen dari 25 peserta program setara D1 Konstruksi dan CNC Furnitur, berhasil diserap oleh industri furnitur baik di dalam dan luar negeri.
"Lulusan kami bukan hanya kompeten di bidang furnitur. Namun mereka juga inovator dan menjadi problem solving," kata Penny.
Sekretaris BPSDMI Kemenperin, Jonni Afrizon mendukung pengembangan kompetensi dosen dalam penelitian.
Sehingga dosen mampu memberikan pembelajaran terbaik untuk mahasiswa.
BPSDMI juga mendorong agar Polifurneka bisa bekerja sama dengan internasional.
"Sehingga pengembangan kurikulum bisa disesuaikan dengan kebutuhan internasional," katanya.
Jonni mengapresiasi lulusan Polifurneka yang terserap industri sebelum diwisuda. Hal ini menjadi dorongan untuk industri furnitur di Indonesia.
Ia berharap, industri furnitur bisa lebih berkembang segi kualitas dan sumber daya manusianya.
"Kita juga memasukkan bekal attitude untuk alumni sehingga saat masuk ke industri mereka bisa jadi lokomotif di bidangnya," jelas Jonni.
Sementara wisudawan terbaik, Ihrish Maudy Oktavia dari program studi Teknik produksi furnitur, mengaku bangga telah menyelesaikan pendidikan di Polifurneka Kendal.
Ihrish menjadi wisudawati terbaik dengan raihan IPK 3,96. Bahkan, ia langsung diterima bekerja di PT Karya Bhakti Manunggal, Purbalingga Jawa Tengah.
"Setelah wisuda adalah masa dimulainya tanggung jawab baru yang penuh tantangan. Ini menuntut para alumni untuk terus selalu belajar dan beradaptasi dengan tantangan yang akan dihadapi," ujarnya. (dev)
Editor : Tasropi