Kepala Perwakilan BKKBN Jateng Widwiono akan terus menggenjot penurunan stunting. Terlebih memasuki tahun-tahun politik yang dinilai rawan terjadi konflik. Meski demikian angka penurunan stunting di Jateng cukup tinggi jika dibandingkan dengan daerah Jawa Barat dan Jawa Timur.
“Angka stunting di Jateng bisa turun lebih cepat yakni 20,9 persen di bawah angka nasional yang mencapai 24 persen. Berarti ini sudah on the track, sehingga yang sudah bagus ini dipertajam dan dipercepat lagi oleh tim,” jelasnya usai Pembukaan Acara Evaluasi Program Percepatan Stunting Tingkat Provinsi, di Hotel Aruss, Selasa (13/12).
Saat ini pihaknya sedang melakukan evaluasi terkait serapan anggaran yang belum maksimal untuk dipercepat. Kebutuhan pemberian makanan tambahan (PMT), tablet tambah darah, serta jamban yang bersih juga harus diperhatikan. Terutama bagi daerah yang rawan stunting. Sehingga harapannya anggaran ini bisa terserap dengan maksimal.
“Anggaran tidak dari sana saja, tapi juga dari dinas terkait lainnya. Kalau misalnya teman-teman dari Dinas Kesehatan upaya tablet tambah darahnya sudah bagus, pemberian makanan tambahan juga sudah bagus, tapi kondisi lingkungannya kurang bagus ya akan menghambat dari Perkim dan Sosialnya,” akunya.
Sementara Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen mewanti-wanti agar tim percepatan penurunan stunting bisa membuat perencanaan yang lebih matang. Sehingga target 14 persen penurunan stunting di Jateng dapat tercapai.
“Saya ingatkan dari sekarang untuk kita evaluasi apa-apa yang belum tercapai harus kita rencanakan dengan baik dan kita meminta seluruh tim percepatan penurunan stunting ini berkomitmen untuk dilaksanakan di tahun 2023,” ungkapnya.
Gus Yasin mengaku masih banyak daerah rawan stunting di Jateng. Seperti Kabupaten Wonosobo, Brebes, dan Kebumen. Sehingga diperlukan penanganan lebih, baik dari segi gaya hidup masyarakatnya dan sarana prasarana yang menunjang kesehatan.
“Kita perlu waspada bagaimanapun juga stunting ini kan bersifat pada gaya hidup masyarakat punya rumah layak huni, punya jamban. Nah, ini yang kita kejar dari kami, dari pemprov untuk penurunan stunting termausk penurunan kemiskinan itu,” pungkasnya. (kap/zal) Editor : Agus AP