RADARSEMARANG.ID - Selena Gomez menikah dengan Benny Blanco pada 27 September 2025 lalu, tepatnya di Santa Barbara, California.
Upacara pernikahan mereka yang mewah dihadiri oleh banyak bintang papan atas, seperti Taylor Swift, Martin Short, Steve Martin, dan Paris Hilton.
Di hari yang spesial itu, Selena Gomez memakai gaun halter satin dengan detail renda di bodice dan di sekitar leher. Gaun yang anggun itu menciptakan kesan ethereal.
Penyanyi cantik itu juga tampil memukau dengan make up yang menawan. Tak lupa buket bunga baby’s breath putih yang melengkapi penampilannya.
Sementara itu, suaminya tampak rapi dengan tuksedo hitam klasik, kemeja putih, dan dasi kupu-kupu.
Selena Gomez dan Benny Blanco telah menjadi teman dan kolaborator musik selama bertahun-tahun. Hubungan mereka berubah menjadi hubungan yang romantis pada tahun 2023.
Pada Desember 2024, Benny Blanco melamar Selena Gomez dengan melibatkan Taco Bell di sebuah panggung rekaman.
Dilansir dari InStyle, momen spesial itu diceritakan dalam sebuah wawancara The Tonight Show Starring Jimmy Fallon dan Benny Blanco mengungkapkan bahwa lamaran tersebut hampir tidak berjalan sesuai rencana.
"Dia hampir saja tidak datang," kata Benny Blanco kepada Jimmy Fallon. Lelaki kelahiran 1988 itu menjelaskan bahwa dia menggunakan sesi foto palsu untuk memikat Selena Gomez ke lokasi.
"Dia berkata, 'Aku benar-benar tidak merasa enak. Kurasa aku akan tetap di rumah hari ini. Tidak bisakah kita membuat sesi foto itu di lain hari?'" tambahnya.
Benny Blanco terus bercerita dan ia juga mengatakan bahwa merencanakan konsep lamaran adalah konsep yang gila secara umum.
“Pertama-tama, bertunangan dengan seseorang adalah hal terliar di dunia," katanya.
"Ini seperti, tepat sebelum kamu akan memberi tahu seseorang bahwa kamu akan menikah dengannya selamanya, mereka berkata, 'Tunjukkan padaku seberapa pandai kamu berbohong kepadaku.' Ini adalah hal tersulit di dunia. Sangat sulit. Aku menceritakan semuanya padanya, jadi dia hanya kesal padaku karena sehari sebelumnya, aku seperti membuat kebohongan buruk.”
Editor : Baskoro Septiadi