Berita Semarang Raya Jateng Nasional Ekonomi Edukasi Entertainment Event Features Games & eSports Sport Sepakbola Khazanah Lifestyle Tekno Traveling Otomotif Parenting Rubrik Foto

Hari Santri Jadi Momentum Negara Berdayakan Pesantren

Wahib Pribadi • Selasa, 21 Oktober 2025 | 19:09 WIB
Caption: Ketua DPRD Demak H Zayinul Fata didampingi Ketua Komisi A Muadhom wawancara Hari Santri Nasional 2025.(wahibpribadi)
Caption: Ketua DPRD Demak H Zayinul Fata didampingi Ketua Komisi A Muadhom wawancara Hari Santri Nasional 2025.(wahibpribadi)

RADARSEMARANG.ID, DEMAK-Peringatan Hari Santri Nasional (HSN) kali ini, Rabu ( 22/10/2025) menjadi momentum bagi negara atau pemerintah untuk hadir dalam memberdayakan pondok pesantren (Ponpes) di Indonesia. Termasuk di Demak.

Pesantren merupakan entitas yang memiliki akar kuat dalam membangun peradaban bangsa.

Karena itu, negara harus lebih peduli dalam pembangunan pesantren sebagai basis peradaban Islam di tanah air.

Kondisi itu juga selaras dengan tema HSN yang mengusung istilah mengawal Indonesia Merdeka Menuju Peradaban Dunia.

Ketua DPRD Demak, H Zayinul Fata berharap, negara semakin serius dalam mewujudkan transformasi pesantren. Utamanya terkait sisi pembangunan infrastruktur maupun suprastruktur. 

Ia pun mengungkapkan rasa bahagianya menyambut HSN tersebut. Momen ini diharapkan dapat mendorong kemajuan dan kemandirian pendidikan berbasis keagamaan di Indonesia.

“Transformasi pesantren adalah keniscayaan. Selama ini pesantren tumbuh mandiri dari kultur dan akar yang kuat di masyarakat. Tapi kini saatnya negara hadir lebih aktif dalam memberikan kebutuhan dan perlindungan kepada pesantren,”kata ketua DPC Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Demak ini. 

Menurutnya, negara telah menjamin pendidikan formal dari tingkat dasar hingga perguruan tinggi, namun belum sepenuhnya memberikan dukungan yang sama terhadap pendidikan di pesantren. Padahal, pesantren memiliki peran vital dalam pembangunan karakter dan moral bangsa.

“Kita sudah memiliki Undang-Undang Pesantren. Maka, salah satu wujud nyata dari UU tersebut haruslah berupa perhatian serius terhadap kehidupan dan pembangunan pesantren, termasuk dukungan terhadap fasilitas dan infrastruktur,”ujarnya. 

Zayinul menyoroti pentingnya bantuan pemerintah dalam pembangunan gedung asrama, madrasah, hingga ruang belajar yang layak bagi santri dan kyai. Kehadiran negara dalam hal ini dinilai sebagai bentuk nyata dari perlindungan dan pengakuan terhadap kontribusi pesantren.

 Zayinul turut menyinggung musibah bencana yang terjadi di Jawa Timur beberapa waktu lalu, yang menimpa sejumlah lingkungan pesantren.

Ia menilai kejadian itu harus menjadi bahan evaluasi dan titik balik agar negara semakin tanggap terhadap kebutuhan pesantren, terutama dalam bantuan infrastrukturnya.

Karena itu, pemberdayaan untuk pesantren bisa digencarkan oleh pemerintah sehingga santri semakin berdaya.

“Di momen Hari Santri ini, mari kita jadikan peringatan sebagai koreksi bersama agar negara betul-betul hadir, tidak hanya dalam pembangunan infrastruktur, tapi juga suprastruktur pesantren,”katanya.

Hadirnya negara dalam memberdayakan pesantren diharapkan mampu mendorong majunya lembaga pendidikan keagamaan tersebut dalam menghadapi masa depan yang penuh tantangan.(hib)

Editor : Tasropi
#DPRD Demak