Disusul, juara kedua Desa Buko, Kecamatan Wedung dan juara tiga Desa Kedondong, Kecamatan Demak Kota. Masing-masing secara memperoleh hadiah uang binaan sebesar Rp 130 juta, Rp 120 juta dan Rp 100 juta.
Kepala Dinperkim Akhmad Sugiharto mengatakan, lomba kampung juara menjadi even tahunan untuk peduli lingkungan. Selain itu, even tersebut juga untuk penanganan kampung kumuh. Karena itu, kata dia, butuh peran serta seluruh masyarakat.
“Nah, pola pikir dan prilaku masyarakat menjadi poin penting untuk mengentaskan kawasan kumuh tersebut,”ujar Sugiharto di sela pengumuman dan penyerahan hadiah oleh Wabup Joko Sutanto dan Sekda dr Singgih Setyono diruang wakil bupati kemarin.
Menurutnya, jika pemukiman kumuh teratasi, maka logikanya derajat kesehatan dan kesejahteraan warga juga meningkat.
“Kita tahu bahwa merawat lebih sulit dari membangun. Maka, mempertahankan sebagai kampung juara ini sangat penting,” katanya.
Dia menambahkan, pemenang kampung juara dapat memotivasi kampung lainnya agar bisa meniru yang sudah juara.
Wabup Joko Sutanto mengatakan, kampung juara merupakan upaya merubah tata wajah kota. Selain itu, awal menuju Adipura. “Kampung juara adalah kampung impian bagi kita semua,”kata Joko. (hib/zal/bas)
Editor : Agus AP