RADARSEMARANG.ID, Semarang — Event Komukino Universitas Semarang (USM) menampilkan berbagai kreativitas daerah, salah satunya melalui Booth Karesidenan Semarang yang mengangkat konsep angkringan modern.
Melalui konsep ini, tim menampilkan cara baru memperkenalkan keterampilan wisata dan budaya yang masih jarang diketahui oleh masyarakat umum.
Booth Karesidenan Semarang menampilkan presentasi interaktif terkait sejumlah destinasi di wilayah karesidenan yang selama ini belum di kunjungi oleh wisatawan.
Usaha ini dilakukan untuk mengenal lebih banyak wawasan pengunjung dalam wisata potensial yang kurang terekspos.
"Melalui booth ini kami ingin memperkenalkan tempat-tempat yang jarang dikunjungi, agar semakin banyak orang mengetahui potensi wisata di wilayah Karesidenan Semarang." ujar Dita perwakilan tim Karesidenan Semarang.
Selain itu, tim juga menampilkan kesenian teater dari Komunitas Seni Kampus Wadas (KSK Wadas) UIN Walisongo, yang ikut meramaikan suasana dengan penampilan seni panggung.
Tidak hanya itu, dua inovasi kuliner menjadi fokus utama, yaitu Inara Sushi Delik, kombinasi kuliner khas Salatiga dengan sentuhan Jepang, serta es Pekala, minuman segar khas Demak.
Booth Karesidenan Semarang terletak di auditorium USM dan menjadi salah satu titik kunjungan yang menarik bagi pengunjung acara. Dalam sesi presentasi, tim menjelaskan lokasi wisata dan kuliner melalui peta.
Setelah itu, pengunjung diajak untuk mengikuti permainan tarik landmark yang berisi tebak-tebakan seputar daerah. Pengunjung yang menjawab dengan tepat berkesempatan mengikuti permainan kocok dadu untuk mendapatkan hadiah rahasia di dalam cup berwarna.
Event Komukino akan diselenggarakan pada 18 Desember 2025, menampilkan berbagai kreativitas dari enam karesidenan di Jawa Tengah.
Editor : Baskoro Septiadi