RADARSEMARANG.ID - Kabar perceraian Tasya Farasya dengan Ahmad Assegaf Kembali menghebohkan publik. Pasalnya setelah sidang mediasi, Tasya Farasya hanya menuntut nafkah sejumlah 100 perak saja.
Sebelumnya pemberitaan mengenai perceraian sang beauty influencer telah mencuat dari tanggal 12 September lalu.
Kini keduanya telah selesai masa mediasi di Pengadilan Agama Jakarta Selatan dan akan dilanjutkan sidang selanjutnya pada 8 Oktober 2025.
Netizen dihebohkan dengan nominal jumlah tuntutan nafkah yang dilayangkan oleh Tasya Farasya kepada mantan suaminya, Ahmad Assegaf dengan nominal 100 perak.
Menurut pengacaranya, Sangun, Tasya Farasya tidak pernah mendapatkan nafkah selama menjalani pernikahan dengan Ahmad Assegaf.
"Kami mengajukan nafkah senilai 100 rupiah karena mengingat bahwa selama ini Ibu Tasya juga merasa tidak ada nafkah selama menikah," Tutur Sangun, pengacara Tasya Farasya.
Bahkan penampilan Tasya yang mengenakan setelan rapi berwarna kuning cerah dengan menenteng tas mewah Hermes Birkin bernilai milyaran itu membuat netizen kagum.
Netizen pun juga ikut menyoroti penampilan blazer kuning segar yang sangat mencolok itu senada dengan baju yang dikenakannya saat akad kala itu.
"Wrapped in yellow once more," tulis Tasya Farasya dalam unggahan instagramnya Rabu (24/09/2025).
Gebrakan yang dilakukan Tasya Farasya ini sontak membuat netizen makin mengagumi dan menilai kecerdasannya.
Mengingat ia hanya menuntut nafkah 100 perak, netizen beranggapan bahwa hal tersebut merupakan cara elegan untuk menginjak Harga diri seorang laki - laki.
Fenomana tersebut membuat banyak pengguna media sosial yang akhirnya menyamakan dengan kasus perceraian Tasya Farasya dengan artis Kimberly Ryder.
Artis Kimberly Ryder yang dulu juga sempat menghebohkan netizen terkait tuntutan nafkah senilai 5000 rupiah kepada mantan suaminya.
Hal ini semakin menguatkan narasi bahwa perempuan meskipun sudah menikah harus tetap memiliki penghasilan sendiri dan bisa mandiri.
Dengan dua perbandingan kasus tersebut sebagai contoh bahwa perempuan masih bisa berdiri sendiri meskipun tanpa suami kalau perempuan tersebut memiliki penghasilan sendiri, sukses, dan mandiri.
Tercetuslah bahwa Wanita memang harus menjadi independent woman, agar tidak selalu bergantung kepada laki - laki.
"Case Tasya Farasya adalah contoh pelajaran kehidupan kalo perempuan juga harus kerja keras dan bisa sukses + independent. Mau dah lama kenal tapi namanya karakter bisa disembunyiin. emang dasarnya penjahat ya penjahat selamanya," tulis netizen dalam akun X @aldeeeetr pada Rabu (24/9).
Kasus perceraian ini semakin membuka pandangan lebih banyak perempuan di Indonesia bahwa kemandirian finansial dan keberdayaan sosial dalam menghadapi persoalan rumah tangga.
Editor : Baskoro Septiadi