RADARSEMARANG.ID – Pemerintah Kabupaten Wonogiri mendapat sorotan tajamseiring rencana mereka untuk mengganti mobil dinas.
Empat mobil dinas tersebut akan dipergunakan untuk Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Wonogiri. Mobil dinas ini menelan anggaran mencapai Rp 2,4 miliar.
Empat mobil dinas lama dialihkan ke instansi lain yang membutuhkan, sementara empat mobil baru yakni Toyota Fortuner akan digunakan oleh Forkopimda.
Bupati Wonogiri Setyo Sukarno mengatakan, penggantian kendaraan dinas ini dianggap sudah layak karena mobil lama telah berusia lima tahun.
Pergantian juga didasari oleh tingginya mobilitas para pimpinan Forkopimda.
"Mobilitas teman-teman Forkompimda juga tinggi," ujar Setyo Sukarno.
Anggaran yang dialokasikan untuk empat mobil dinas baru ini mencapai sekitar Rp2,4 miliar.
Mobil baru tersebut, dengan merek Toyota Fortuner akan digunakan oleh Kapolres, Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari), Komandan Kodim (Dandim), dan Ketua Pengadilan Negeri Wonogiri.
Sementara itu, kendaraan dinas lama yang sebelumnya digunakan oleh para pimpinan Forkopimda tidak dibuang.
Mobil-mobil tersebut didistribusikan ke sejumlah instansi lain yang memerlukan.
"Ada yang ke Pengadilan Agama, Kemenag, BPBD, dan Kesbangpol," terang Setyo.
Bupati dan Wakil Bupati Wonogiri tidak mengganti mobil dinas mereka dan masih menggunakan kendaraan dinas lama yang sudah ada.
Bupati berharap fasilitas ini mampu memperlancar tugas pelayanan publik dan koordinasi lintas instansi di Bumi Wonogiri.
“Ini bukan soal mewah-mewahan, tapi soal fungsi dan kelayakan. Kendaraan lama sudah lebih dari lima tahun dan masih layak, sehingga kita manfaatkan untuk instansi yang belum memiliki kendaraan dinas,” tegas Bupati Setyo Sukarno
Langkah Pemkab ini memicu beragam tanggapan dari masyarakat, sebagian menilai wajar demi kelancaran kerja pejabat. Namun ada juga yang mempertanyakan prioritas penggunaan anggaran daerah.(dka)
Editor : Baskoro Septiadi