Berita Semarang Raya Jateng Nasional Ekonomi Edukasi Entertainment Event Features Games & eSports Sport Sepakbola Khazanah Lifestyle Tekno Traveling Otomotif Parenting Rubrik Foto

Terjadi Lagi Kebocoran Data! Sebanyak 6 Juta Data NPWP Diretas dan Dijual 150 Juta Rupiah di Dark Web

Aris Hariyanto • Kamis, 19 September 2024 | 04:05 WIB
Kebocoraan data NPWP dijual di Dark Web senilai 150 juta rupiah.
Kebocoraan data NPWP dijual di Dark Web senilai 150 juta rupiah.

RADARSEMARANG.ID - Kebocoran data kembali terjadi lagi di salah satu intansi terbesar Indonesia.

Sebanyak 6 juta data Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) dilaporkan telah diretas dan diperjualbelikan sekitar 150 juta rupiah di dark web.

Informasi ini mencuat setelah sejumlah data pribadi, termasuk milik tokoh pejabat penting Indonesia ditemukan dalam kebocoran data tersebut.

Data yang bocor mencakup berbagai informasi sensitif seperti Nomor Induk Kependudukan (NIK), NPWP, alamat, nomor telepon, dan email.

Bahkan, data milik Presiden Joko Widodo dan Menteri Keuangan Sri Mulyani turut menjadi bagian dari kebocoran ini.

Kabar kebocoran data ini telah disampaikan oleh Konsultan Keamanan Siber, Teguh Aprianto, melalui akun media X miliknya @secgron, pada Rabu (18/9) sekitar pukul 13.48 siang.

Teguh mengatakan “Sebanyak 6 juta data NPWP diperjualbelikan dengan harga sekitar 150 juta rupiah. Data yg bocor diantaranya NIK, NPWP, alamat, no hp, email dll”.

“NPWP milik Jokowi, Gibran, Kaesang, Menkominfo, Sri Mulyani & menteri lainnya juga dibocorkan di sampel yg diberikan oleh pelaku,” sambungnya.

Dikabarkan, Direktorat Jenderal Pajak (DJP) saat ini tengah melakukan investigasi untuk memastikan validitasi data yang bocor.

Mereka berupaya untuk mengidentifikasi sumber kebocoran dan mengambil langkah-langkah pencegahan lebih lanjut.

Disamping itu, Spesialis Keamanan Teknologi dari Vaksincom, Alfons Tanujaya, juga memberikan tanggapan serupa.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, saat ini Alfons tengah melakukan verifikasi terhadap keabsahan data tersebut.

Menurut keterangannya, data NPWP dari wajib pajak yang diretas dapat digunakan untuk menyamar sebagai petugas pajak dan melakukan penipuan dan pemerasan.

Oleh karena itu, Alfons mengingatkan masyarakat untuk tetap waspada terhadap kemungkinan penipuan yang dapat terjadi akibat kebocoran data ini.

Diketahui lebih lanjut, kebocoran data NPWP ini terungkap dalam 10.000 sampel yang disebarkan oleh pelaku.

Adapun data NPWP yang dimaksud dimiliki oleh Presiden Jokowi, Gibran Rakabuming Raka, Kaesang Pangarep, Menkominfo Budi Arie Setiadi, dan Menteri Keuangan Sri Mulyani dan sejumlah menteri lainnya.

“Harusnya berita yg kayak gini menkominfo muncul. Bukan terkait fufufafa,” tulis netizen @kizarukun899982.

Editor : Baskoro Septiadi
#petugas pajak #gibran #Teguh Aprianto #tokoh pejabat penting Indonesia #NPWP #kebocoran data #Alfons Tanujaya #Sri Mulyani #Keamanan Teknologi #Jokowi #djp #Menkominfo #keamanan siber #Kebocoran data NPWP #kaesang #Wajib Pajak