RADARSEMARANG ID – Pernyataan bahwa penguin “memperjualbelikan istri dengan batu” sering beredar di media sosial dan internet.
Namun, pernyataan ini tidak sepenuhnya benar dan merupakan sebuah kesalahpahaman terhadap perilaku penguin dalam mencari pasangan.
Mari kita bahas fakta-faktanya:
1. Ritual Pertukaran Batu
Penguin jantan yang melakukan ritual itu benar faktanya, di mana mereka mengumpulkan batu kecil dan menumpuknya di sarang.
Ritual ini dikenal sebagai ‘displaying’ atau ‘courtship behavior’, yakni sebuah perilaku hewan untuk menarik perhatian lawan jenis terhadapnya.
2. Menarik Perhatian Betina
Tujuan utama ritual ini adalah untuk menarik perhatian penguin betina. Penguin jantan dengan tumpukan batu yang lebih besar dan rapi dianggap lebih kuat, jantan, sehat, dan mampu menjadi pasangan dan ayah yang baik.
3. Tidak Ada Pertukaran
Penguin betina tidak ‘diperjualbelikan’ dengan batu. Mereka memilih pasangannya sendiri berdasarkan berbagai faktor, yakni termasuk dengan kualitas tumpukan batu, kebugaran fisik pejantan, dan perilaku kawinnya.
4. Simbol Kesetiaan
Di beberapa spesies penguin, batu-batu yang dikumpulkan menjadi milik betina setelah mereka kawin.
Betina menggunakan batu-batu ini untuk membangun sarang, dan para pejantan membantu mengumpulkan lebih banyak batu untuk digunakan.
5. Kerjasama dan Kesetiaan
Ritual pertukaran batu menunjukkan kemampuan kerjasama dan kesetiaan penguin. Jantan dan betina bekerja sama untuk membangun sarang dan membesarkan anak-anak mereka.
Jadi, meskipun ritual pertukaran batu memang ada, bukan berarti penguin memperjualbelikan pasangan mereka.
Ritual ini merupakan bagian dari perilaku kawin yang kompleks dan untuk menunjukkan kesetiaan dan kerjasama antara penguin jantan dan betina. (mg8/mg10/mg11/bas)
Editor : Baskoro Septiadi