Berita Semarang Raya Jateng Nasional Ekonomi Edukasi Entertainment Event Features Games & eSports Sport Sepakbola Khazanah Lifestyle Tekno Traveling Otomotif Parenting Rubrik Foto

Diskominfo Berjibaku Bangun Jaringan Internet di SMPN 4 Bawang yang Terpencil

Ida Nor Layla • Selasa, 22 Agustus 2023 | 20:00 WIB
SEKOLAH TERPENCIL : Kondisi SMPN 4 Bawang yang berada di kaki Gnung Prau dataran tinggi Dieng.
SEKOLAH TERPENCIL : Kondisi SMPN 4 Bawang yang berada di kaki Gnung Prau dataran tinggi Dieng.

 

RADARSEMARANG.ID, BATANG-Berada jauh dari permukiman warga di daerah terpencil, membuat SMPN 4 Bawang terisolasi dari jaringan seluler maupun internet. Walau demikian, Diskominfo Kabupaten Batang berjibaku mengadakan jaringan internet kabel.

Harapannya sekolah yang berada di daerah terluar dataran tinggi Dieng ini tetap bisa mengikuti perkembangan pendidikan berbasis internet. "Kami bekerjasama dengan PLN menyediakan jaringan fiber optic (FO) di SMPN 4 Bawang. Sejak tahun lalu, internet mulai masuk," kata Kepala Diskominfo Kabupaten Batang Triossy Juniarto.

Pihaknya terus melakukan evaluasi pasca masuknya jaringan internet dan beberapa wilayah perdesaan terpencil lainnya. Pihaknya tidak memungkiri, alasan demografi membuat penyedia jaringan seluler maupun internet berpikir panjang untuk berinvestasi.

“Karena dengan demografi yang beragam dan akses jalan yang sulit, kendala dalam penyebaran jaringan internet tidak bisa diabaikan. Itulah mengapa kita lakukan evaluasi terus menerus,” tuturnya.

Ia berharap, ketersediaan akses internet hingga di daerah terpencil ini bisa menjadi katalisator perkembangan ekonomi digital, masyarakat digital, dan pemerintahan digital. Juga mempermudah akses belajar mengajar di sekolah.

“Kami tengah berupaya menyediakan jaringan FO serta penguatan sinyal seluler, terutama di delapan desa yang letaknya sulit dijangkau dan terpencil di pegunungan. Kami menyesuaikan program dengan karakteristik masing-masing wilayah,” tandasnya.

Butuh lebih dari 20 tiang untuk menyambungkan internet dari pedukuhan terdekat, saking sulitnya akses. Sekolah ini sekarang berbasis asrama. Keberadaan sinyal internet disambut positif pihak sekolah yang telah menggelar ujian berbasis komputer sendiri. Sebelumnya mengungsi di sekolah lain.

“Alhamdulillah sudah setahun yang lalu jaringan internet sudah bisa masuk ke sekolah kami. Ini sangat membantu, tapi ada kendala trouble. Kami sadar karena kondisi alam,” kata Guru IPA SMPN 4 Bawang Didik Kurniawan.

Ia berharap, jaringan internet bisa distabilkan lagi karena terkadang lelet. Pihak sekolahan selalu membutuhkan internet untuk urusan tata usaha maupun pembelajaran.

“Sekolah kami hanya menyambung 62 siswa yang berasal dari penduduk lokal. Ada juga dari luar daerah seperti Kabupaten Jepara, karena kami sekolah berasrama,” terangnya. (yan/ida)

Editor : Ida Nor Layla
#Diskominfo Batang #Sekolah Terpencil #SMPN 4 Bawang #Kabupaten Batang