Ketua DPC PPP Batang Nur Faizin mengatakan, arak-arakan bertujuan untuk menjawab kegelisahan masyarakat Batang. Menghilangkan citra negatif terhadap kaum santri, yang diterpa banyak isu miring.
“Kami ingin menawarkan Islam yang moderat, agar tidak terkesan negatif oleh masyarakat, yang disebabkan kasus oleh oknum yang tidak bertanggung jawab,” ujarnya.
Tentu kasus yang mencuat, kini menjadi beban moral seluruh pihak, terutama partai politik yang berbasis Islam.
Harapannya, ke depan seluruh umat Islam bersatu untuk mencari solusi, dan menunjukkan Islam yang moderat, bukan inklusif.
Terkait 45 Bacaleg yang didaftarkan, terdiri dari 28 laki-laki dan 17 perempuan. Rentang usia termuda 21 tahun dan tertua 67 tahun.
“Latar belakang Bacaleg sangat beragam, di antaranya petahana, profesional, Kades aktif, pendidik, pengusaha, mahasiswa, pensiunan, aktivis dan kalangan milenial,” ucapnya.
Tahun 2004 lalu, partai berlambang Ka'bah itu memperoleh 7 kursi legislatif. Sedangkan tahun 2024 mereka menargetkan 9 kursi legislatif.
“Tujuannya supaya ketika Pilkada tiba, kami bisa secara mandiri mengusung Bakal Calon Bupati dan Bakal Calon Wakil Bupati,” tegasnya.
Salah satu program yang menjadi konsentrasi yakni perbaikan infrastruktur. Terutama gedung KPU Batang yang perlu adanya perbaikan atau bahkan dibangun ulang agar lebih representatif saat melayani di setiap pesta demokrasi.
“Dari dulu gedungnya tidak ada perubahan, makanya perlu adanya sinergitas antara DPRD dan Pemda, supaya KPU memiliki wajah baru. Lahannya sudah disiapkan di daerah Matangan, semoga segera terwujud setelah pesta demokrasi,” tandasnya. (yan/ap) Editor : Agus AP