Getuk lindri dipajang sepanjang Gang Anggrek Desa Denasri Wetan. Getuk itu pun menarik ribuan orang untuk berdatangan. Baik warga setempat maupun luar daerah. Selanjutnya, getuk lindri dibagikan pada warga yang datang secara gratis.
Event getuk lindri ini, sudah menjadi agenda tahunan warga Denasri Wetan. Awalnya dimulai pada 2018, 2019, dan tahun 2022 ini. “Memang sempat vakum dua tahun terakhir karena pandemi Covid-19, jadi kita tiadakan terlebiih dahulu,” kata Ketua Panitia Muhammad Sofan usai pembukaan event getuk lindri di Gang Anggrek, Sabtu (28/8) malam.
Pembuatan getuk lindri melibatkan 150 warga. Mereka kompak bergotong royong untuk menciptakan makanan terpanjang itu. Sementara angka 350 meter sendiri dipilih mengingat wilayah Denasri Wetan mempunyai panjang 350 meter. Rencana tahun depan mereka ingin memecahkan rekor Muserum Rekor Indonesia. Membuat getuk lindri terpanjang.
"Getuk lindri ini dipilih karena memang bahan bakunya murah meriah, tetapi bisa membuat meriah warga pada peringatan HUT Kemerdekaan Republik Indonesia," tandasnya.
Pengunjung bisa menikmati getuk lindri secara gratis melalui kupon yang diberikan sebelum memasuki lokasi. Satu kupon mendapatkan satu porsi getuk lindri. Pemberian kupon sendiri dilakukan untuk menghitung jumlah pengunjung yang datang ke acara. Tercatat ada 2.000 orang yang berkunjung.
“Semoga kegiatan ini akan menjadi agenda tradisi di Kabupaten Batang, karena jarang ada apalagi digelar di wilayah Batang,” tandasnya.
Sementara itu, salah satu pengujung Tina Roha mengaku senang. Ia pertama kali datang ke event getuk lindri di Desa Denasri Wetan. "Eventnya sangat unik dengan mengangkat getuk lindri yang dibuat dengan panjang 350 meter. Saya kira panjang ini merupakan getuk lindri terpanjang selama ini di Kabupaten Batang," ucapnya. (yan/zal) Editor : Agus AP