Para wisatawan bercengkrama dengan keluarganya di tempat istirahat yang telah disediakan. Terlihat 100 tempat yang berukuran 2x2 hampir semuanya dihuni. Ada juga yang bermain pasir dan air bersama anak-anaknya.
Salah satu wisatawan, Wahyu berkunjung di Pantai Tirang karena sebelumnya dirinya bersilaturrahmi di tempat tinggal saudaranya daerah Krapyak. "Pingin main yang dekat saja, ya sudah kami main ke sini," ungkapnya kepada Jawa Pos Radar Semarang, Minggu (23/4) pagi.
Dirinya berkunjung bersama sepuluh orang keluarganya seperti istri, adik, anak-anak dan mertua adiknya. Diakuinya, Pantai Tirang sudah sangat berbeda dari tahun-tahun sebelumnya.
Pantai ini memiliki pasir putih yang masih alami, kebersihan yang terjaga. Pengunjung juga dapat melihat pesawat terbang yang melintas dari dekat, bisa main air, dan main pasir. Dibandingkan dulu, Pantai Tirang mengalami banyak perkembangan, seperti akses jalan sudah diperbaiki, dan kurang nyaman untuk rekreasi keluarga.
"Sekarang kalau mau dikasih bintang ya ada 4/5 lah. Kalau bersama keluarga masih pertama ini," katanya sesaat bermain air dengan anaknya.
Pengunjung lain, Iin, mengaku meskipun berasal dari Semarang, dirinya baru pertama kali ke Pantai Tirang. "Saya ke sini sama keluarga, ibu, saudara, keponakan, dan anak-anak. Sembilan keluarga, naik satu mobil dan dua motor," katanya.
Ia memilih liburan ke Pantai Tirang karena untuk mengenalkan Pantai Tirang kepada saudaranya dari Jakarta dan keluarganya. "Karena mumpung mereka di Semarang, saya ajak ke sini, kalau sudah sibuk kan sulit untuk kumpul," tuturnya.
Menurutnya, Pantai Tirang bagus, bersih dan harga tiket relatif murah. "Ke depan bisa dikembangkan lagi," ujarnya.
Pengelola Pantai Tirang, Muanas, mengungkapkan hari ini (kemarin) hingga pukul 10.00, jumlah wisatawan mencapai 500 orang. Pantai full pasir ini sangat ramah dengan keluarga yang ingin bermain air dan pasir.
"Di pantai ini juga ada trampolin, 100 gazebo atau tempat istirahat, 15 warung yang menawarkan jajanan, penyewaan ban, dan tikar," ujarnya didampingi Ketua Pokdarwis Tambakharjo, Dio Hermansyah.
Pada libur lebaran ini tiket masuk dihargai Rp 10 ribu untuk satu pengunjung. Buka pada pukul 06.00 hingga pukul 18.00. "Selama liburan ini, sehari bisa 1500 wisatawan yang datang. Ramainya pagi dan sore," tuturnya.
Diprediksi seminggu ke depan, jumlah pengunjung akan melonjak. Apalagi banyak pemudik dari luar kota, seperti Jakarta, Surabaya, dan lainnya. "Masih didominasi Semarang, karena pantai berpasir di Semarang hanya di sini," jelasnya. (fgr/bas) Editor : Agus AP