Karena pewarisan sifat melibatkan interaksi gen yang tidak dapat diamati secara langsung.
Sehingga dibutuhkan media pembelajaran yang tepat agar menarik minat dan memberikan gambaran yang jelas dan mudah dipahami peserta didik. Media pembelajaran yang dapat dipergunakan dalam pembelajaran pewarisan sifat adalah kancing genetika.
Penelitian tentang pewarisan sifat melalui penyilangan pertama kali dilakukan oleh Gregor Johann Mendel (1822-1884), seorang biarawan di Brunn, Austria. Mendel menyilangkan berbagai tanaman kacang ercis.
Hasil persilangan menunjukkan adanya pewarisan sifat-sifat dari induk ke keturunannya (Susanto, 2011). Dari hasil penelitian Mendel dihasilkan Hukum I Mendel dan Hukum II Mendel.
Hukum I Mendel berbunyi: “Pada waktu berlangsung pembentukan gamet, setiap pasang gen disegregasi ke dalam masing-masing gamet yang terbentuk”(Cahyono, 2010). Sebagai contoh, individu TT akan membentuk gamet T dan individu tt akan membentuk gamet t. Pada individu Tt akan membentuk gamet T dan t, terlihat bahwa gen T dan gen t dipisahkan (disegregasi) ke dalam gamet-gamet yang terbentuk tersebut (Susanto, 2011).
Hukum II Mendel berbunyi: “segregasi suatu pasangan gen tidak bergantung kepada segregasi pasangan gen lainnya, sehingga di dalam gamet-gamet yang terbentuk akan terjadi pemilihan kombinasi gen-gen secara bebas” (Cahyono, 2010).
Menurut Kristanto (2016), salah satu manfaat media pembelajaran adalah untuk memperoleh gambaran yang jelas tentang benda/hal-hal yang sukar diamati secara langsung karena ukurannya yang tidak memungkinkan, baik karena terlalu besar atau terlalu kecil.
Media kancing genetika termasuk media pembelajaran yang memungkinkan peserta didik memperoleh gambaran sebuah gen yang membawa sifat makhluk hidup, dimana gen adalah sebuah materi genetik yang tidak dapat dilihat karena terlalu kecil.
Dalam praktikum pewarisan sifat menggunakan media kancing genetika, didahului dengan penjelasan guru secara garis besar tentang kegiatan praktikum yang akan dilaksanakan.
Praktikum yang akan dilaksanakan peserta didik adalah persilangan satu sifat beda (monohibrida), dengan tujuan agar peserta didik dapat menentukan perbandingan fenotif dan genotif F2 pada persilangan monohibrida.
Setiap peserta didik menerima LKPD dan media praktikum berupa kancing genetika yang terdiri atas 20 kancing warna merah dan 20 kancing warna putih yang masing – masing ditempatkan dalam mangkuk plastik.
Langkah pertama, peserta didik melepaskan pasangan kancing merah dan putih yang telah disediakan. Sehingga akan ada 2 keping kancing tiap pasang kancing merah dan putih. Kancing merah dan putih dibagi ke dalam dua mangkuk plastik.
Setiap mangkuk berisi 20 keping kancing merah dan 20 keping kancing putih. Kemudian dengan tanpa melihat, peserta didik mengambil satu keping kancing dari mangkuk satu dan satu keping kancing dari mangkuk dua, kemudian dikancingkan.
Begitu seterusnya sampai kancing genetika pada kedua mangkuk habis. Selanjutnya peserta didik menghitung perbandingan genotif dan perbandingan fenotif F2 pada persilangan monohibrida.
Dari penilaian selama berlangsungnya praktikum dan hasil praktikum, peserta didik dapat disimpulkan bahwa penggunaan media kancing genetika dalam pembelajaran pewarisan sifat pada peserta didik kelas IX SMP Negeri 28 Semarang lebih memudahkan peserta didik dalam memahami konsep pewarisan sifat.
Karena peserta didik mendapatkan gambaran yang lebih nyata mengenai proses pewarisan sifat melalui praktikum menggunakan media kancing genetika. (ips1/aro)
Guru IPA SMP Negeri 28 Semarang Editor : Agus AP