Menurut Agus Triyanto (2007:46), dongeng adalah suatu cerita fantasi sederhana yang tidak benar-benar terjadi yang berfungsi untuk menyampaikan suatu ajaran moral (mendidik) dan juga menghibur.
Salah satu dongeng yang disukai anak-anak adalah dongeng yang berhubungan dengan dunia binatang. Karena binatang memiliki sifat lucu/jenaka sehingga menyenangkan bagi anak. Menurut Danandjaja (2007:86), dongeng binatang adalah dongeng yang ditokohi binatang peliharaan liar, seperti binatang menyusuhi, burung, binatang melata (reptilia), ikan, dan serangga.
Dunia binatang menjadi daya tarik untuk diceritakan. Menurut Woolfson (dalam Puspita:2009) mendapatkan hasil riset yang menunjukkan bahwa dongeng merupakan aktivitas tradisional yang jitu dan bagi proses belajar dan melatih aspek emosional di dalam kehidupan anak-anak. Sebab, ketika seseorang masih kanak-kanak, keadaan psikologisnya lebih mudah dibentuk dan dipengaruhi. Oleh sebab itu, ketika faktor yang memengaruhi adalah hal positif, maka emosi anak akan jadi positif juga. Maka, pengertian dongeng akan menjadi salah satu faktor yang sangat bermanfaat bagi bekal anak untuk kehidupannya di masa mendatang.
Dalam dongeng terdapat sesuatu yang ingin disampaikan. Sesuatu yang disampaikan itu dapat berupa moral, amanat, atau message yang selalu berkaitan dengan hal yang berkonotasi positif, bermanfaat bagi kehidupan, dan mendidik. Seperti halnya moral dalam dongeng yang dapat dipahami sebagai sarana untuk mengajarkan dan mendidik melalui cara-cara cerita fiksi. Ajaran moral itu disampaikan lewat sikap dan perilaku konkret sebagaimana yang ditampilkan oleh para tokoh.
Tanpa mereka sadari, melalui cerita yang didengar atau dibaca, anak telah menyerap beberapa sifat positif yang kemudian ingin ditiru anak. Seperti kejujuran, keberanian, kerja keras, saling mencintai sesama manusia, menyayangi binatang, mandiri, serta anak belajar untuk membedakan hal-hal yang baik dan buruk.
Untuk menanamkan kecintaan terhadap dongeng anak banyak hal yang dapat dilakukan, salah satunya menyiapkan buku cerita bergambar yang banyak macam ceritanya di perpustakaan sekolah maupun umum. Anak bebas memilih buku cerita tersebut sehingga pada saat anak membaca buku cerita tidak merasa terbebani.
Dalam mencari sumber cerita dongeng anak banyak didapat melalui internet ataupun perpustakaan. Apabila anak malas membaca bisa mendengar dan melihat langung melalui media internet (youtube), jadi anak dapat pula bisa memanfaatkan gadget sebagai media dalam bercerita. Ini akan mendorong anak memiliki apresiasi tinggi terhadap pemanfaatan gadget dalam budaya literasi.
Penanaman kecintaan terhadap cerita dongeng makan semakin terbentuk karakter pada anak. Karena dongeng adalah edukasi karakter bagi anak. Dengan pembiasaan yang berulang-ulang akan mempercepat terbentuknya sebuah watak/karakter. Karakter seseorang anak akan terbangun dari keteladanan dari lingkungan keluarga, lingkungan sekolah, dan lingkungan masyarakat.
Ketiga unsur tersebut harus peduli dan saling kerjasama antara guru, orang tua, dan masyarakat, turut menentukan keberhasilan karakter anak. Tanggung jawab moral untuk sama-sama melakukan pendidikan karakter anak. Semangat kebersamaan dalam melestarikan budaya agar generasi muda berkualitas yang menjunjung nilai-nilai luhur bangsa Indonesia tangguh menghadapi tantangan di masa depan. (ump2/ida)
Guru SDN Tlogosari Kulon 02 Kota Semarang Editor : Agus AP