Berita Semarang Raya Jateng Nasional Ekonomi Edukasi Entertainment Event Features Games & eSports Sport Sepakbola Khazanah Lifestyle Tekno Traveling Otomotif Parenting Rubrik Foto

Peran Serta Kolaborasi Guru BK Menghadapi Siswa Generasi Z

Agus AP • Minggu, 3 Mei 2020 | 11:01 WIB
Oleh	: Inaaiyah Sri Nawangsih, S.Pd
Oleh : Inaaiyah Sri Nawangsih, S.Pd
RADARSEMARANG.ID, Generasi Z memiliki karakteristik yang unik dibandingkan dengan generasi sebelumnya. Membelajarkan anak generasi Z akan sulit jika pendidik masih menerapkan gaya masa lalu, seperti menggunakan metode duduk dengar catat hapal (DDCH).

Kini bukan zamannya lagi anak duduk menghabiskan waktu, mendengarkan, merangkum dan menuliskan PR di buku tulis. Pendidik harus meninggalkan cara lama agar sukses membimbing generasi Z menghadapi masa depan.

Hidup di zaman generasi Z yang terbiasa mendapatkan informasi beragam dalam waktu yang singkat, hanya dengan “pencet tombol ini, maka lihat apa yang akan terjadi”.

Djiwandono (2011) menyatakan generasi Z atau net generation mempunyai karakteristik yang membuat mereka berbeda dengan generasi terdahulu. Anak-anak saat ini gaya belajarnya aktif, global, sensing, dan visual. Maka, proses pembelajaran yang bersifat satu arah yang berpusat pada pengajar (teacher-centered) tidak cocok bagi mereka.

Sebaliknya, pembelajaran yang membuat mereka menerapkan teori dan melakukan sendiri apa yang sedang dipelajari akan dengan mudah menarik minat dan pada gilirannya kemampuan belajar mereka (Susana, 2012).

Dengan demikian, strategi pelaksanaan layanan BK di sekolah untuk generasi Z harus bersifat active learning. Melibatkan siswa dalam kegiatan secara langsung. Layanan bimbingan dan konseling hendaknya diarahkan pada bagaimana membekali generasi Z dengan karakter unggul, memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi, sehingga dapat mengantarkan mereka menuju masa depan yang cemerlang.

Beberapa peran yang dapat dilakukan guru BK yaitu layanan konseling untuk memberikan motivasi sehingga memiliki masa depan studi dan karir cemerlang. Layanannya berupa peminatan tentang studi lanjut untuk setiap anak, layanan pengembangan bakat dan minat. Kemudian kolaborasi sekolah dengan instansi kerja untuk memberikan wawasan kerja sesuai potensi dan keahlian siswa.

Guru BK dapat memanfaatkan teknologi serta media interaktif yang mudah diakses oleh siswa, seperti video, macromedia flash, educative games, dan sebagainya. Layanan BK juga difokuskan pada pengembangan kepercayaan diri, keterampilan pemecahan masalah, keterampilan berpikir kritis dan inovatif. Layanan yang dapat diselenggarakan berupa layanan bimbingan kelompok diskusi, FGD, problem solving atau simulation games. Untuk layanan yang bersifat kuratif, guru BK memakai sistem e-counseling, tanpa harus bertatap muka. Misalnya menggunakan aplikasi Facebook, Twitter, WhatsApp, dan sebagainya.

Guru BK memerlukan partner kerja agar dapat melakukan pendampingan terhadap siswa. Dalam kontek bimbingan dan konseling komprehensif, sangat ditekankan adanya kolaborasi, yaitu kerja sama guru BK dengan stakeholder sekolah dan luar sekolah untuk menyelenggarakan layanan BK.
Bentuk kolaborasi yang biasa penulis lakukan di SMA Negeri 3 Pemalang yaitu kolaborasi dengan orang tua untuk kegiatan edukasi dan pengawasan. Ketika di sekolah, maka guru yang mengedukasi dan mengontrol penggunaan media yang berlebihan. Sedangkan ketika di rumah menjadi tanggung jawab orang tua. Kolaborasi dengan penyedia jasa layanan internet untuk kegiatan pelaksanaan layanan bimbingan dan konseling secara online. Yaitu penyediaan jaringan yang stabil serta memiliki filter untuk situs-situs yang negatif bagi siswa.

Kolaborasi dengan guru mata pelajaran dalam hal pengembangan keterampilan pemecahan masalah, berpikir kritis dan inovatif. Guru mata pelajaran diminta melakukan kegiatan mengajar menggunakan teknik berbasis teknologi informasi dan komunikasi yang dapat merangsang perkembangan keterampilan siswa. Kolaborasi dengan wali kelas dalam memberikan motivasi sekaligus nasihat pada siswa tentang rambu-rambu penggunaan alat komunikasi dan internet. Kolaborasi dengan wakil kepala sekolah bidang sarana dan prasarana untuk pengadaan media pendukung pelaksanaan layanan. Seperti LCD proyektor, screen, speaker, laptop yang terkoneksi internet. (pkl2/lis)

Guru Bimbingan dan Konseling SMA Negeri 3 Pemalang Editor : Agus AP
#Guru BK #generasi z