RADARSEMARANG.ID - Bertepatan dengan perayaan 50 tahun berkiprah di Indonesia, kini Polytron yang telah kita kenal dengan produk elektroniknya, resmi meluncurkan G3 dan G3+. Mobil listrik bergaya SUV tersebut dibanderol mulai Rp 299 juta.
"Dengan misi untuk meningkatkan pengalaman keluarga Indonesia, menjelang perayaan perjalanan 50 tahun kami ingin memastikan bahwa inovasi mobilitas harian bukan hanya soal teknologi, tetapi juga soal aksesibilitas," kata Chief Executive Officer Polytron, Hariono.
Secara spesifikasi, G3 dan G3+ dilengkapi baterai LFP 51,916 kWh. Jarak tempuhnya diklaim bisa melaju sejauh 402 Km (CLTC), dengan fast charging di bawah 35 menit dari 20 persen sampai 70 persen.
Namun, Polytron memperkenalkan skema Battery-as-a-Service (BaaS), dimana konsumen memiliki kendaraan listrik tanpa harus membeli baterai di awal.
Konsumen memiliki dua skema pembelian, yakni sewa baterai atau beli putus.
Jika pembeli memakai jasa sewa baterai, maka Polytron memberikan garansi baterai seumur hidup.
Jika pembeli memakai jasa beli putus, maka Polytron memberikan garansi 8 tahun atau setelah mencapai 180.000 km.
Motor listriknya menggerakkan roda depan (front wheel drive), memiliki tenaga 150 kW atau sekitar 201 TK dan torsi 320 Nm. Klaim Polytron, akselerasi G3 dan G3+ dari 0-100 Kpj dalam 9,6 detik.
Secara dimensi, G3 dan G3+ punya panjang 4.720mm, lebar 1.908mm, tinggi 1.696mm dan wheelbase 2.800mm.
Perbedaan antara G3 dan G3+ secara dimensi cuma ada di ukuran ban dan pelek. G3 memakai ukuran lebih kecil, 235/50 R19 di depan dan belakang, sementara G3+ pakai ukuran 245/45 R20. Secara fitur, G3 dan G3+ terbilang lengkap di kelasnya.
Lalu G3 dan G3+ terdapat ADAS level 2 dengan 21 fitur, seperti adaptive cruise control, lane keeping system, Auto Parking Assistance, Autonomous Emergency Braking, dan sebagainya.
Pada bagian kabin, klaster instrumen sudah full TFT. Lalu sistem hiburan di tengah, menggunakan layar sentuh berukuran 12,8 inci, sudah Apple CarPlay dan Android Auto, dengan delapan speaker premium XBR dari Polytron.
Khusus model G3+ ada panoramic sunroof di bagian atap. Lalu penumpang di belakang juga bisa menikmati kisi-kisi AC colokan USB dan 220 Volt, bangku yang bisa direbahkan dan sandaran tangan. Untuk fitur keamanannya pun lengkap, enam airbag, ABS, EBD, serta ada fitur V2L.
Commercial Director Polytron, Tekno Wibowo, mengatakan bahwa peluncuran mobil listrik merupakan kelanjutan dari komitmen Polytron yang telah mengembangkan kendaraan listrik sejak 2021.
Meski Polytron kolaborasi dengan produsen otomotif asal Tiongkok, Skyworth. Pihaknya optimistis produk ini bisa bersaing di pasar Indonesia.
“Dengan perpindahan teknologi ke EV, kita melihat peluang besar karena banyak komponen yang disederhanakan. Mesin dan transmisi kini hanya tinggal motor listrik, baterai, dan controller,” tandas Tekno Wibowo. (dit)