Cuma Modal Jagung Giling dan Akar Bambu, Petani Kendal Kini Punya “Senjata” Baru Lawan Hama

RADARSEMARANG.ID, KENDAL — Siapa sangka jagung giling dan akar bambu yang selama ini dianggap biasa saja, kini justru dipakai petani di Kabupaten Kendal sebagai “senjata” untuk melawan hama tanaman tanpa bergantung penuh pada pestisida kimia.
Puluhan petani tembakau di Desa Pagerdawung, Kecamatan Ringinarum, dilatih membuat agen hayati alami oleh Dinas Pertanian dan Pangan (DPP) Kabupaten Kendal.
Pelatihan tersebut difokuskan pada pembuatan jamur tricoderma dan PGPR atau Plant Growth Promoting Rhizobacteria sebagai pengendali organisme pengganggu tumbuhan (OPT).
Jamur tricoderma dikembangkan menggunakan media jagung giling karena mudah diperoleh dan murah.
Sedangkan bakteri PGPR dikembangkan dengan memanfaatkan akar bambu yang banyak ditemukan di sekitar lingkungan petani.
Ketua Tim Kerja Perlindungan Alat dan Mesin Perkebunan DPP Kendal, Prasetyaningsih mengatakan, pelatihan tersebut menjadi upaya mengurangi ketergantungan petani terhadap pupuk dan pestisida kimia.
“Pengendalian hama terpadu ini tidak hanya menggunakan obat-obatan kimia, tetapi lebih memanfaatkan bahan alami yang ada di sekitar kita,” ujarnya.
Menurutnya, penggunaan agen hayati alami juga membantu menjaga ekosistem pertanian dan kesuburan tanah dalam jangka panjang.
Selain ramah lingkungan, biaya pembuatannya juga jauh lebih murah dibandingkan penggunaan pestisida kimia secara terus-menerus.
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!

