Semenjak awal tahun 2020, semua negara di dunia sedang menghadapi pandemi covid -19. Semua aktifitas dibatasi untuk mencegah penyebaran virus corona, termasuk aktifitas pendidikan. Pemerintah mengeluarkan kebijakan baru berupa social distancing atau physical distancing. Kebijakan ini juga berlaku pada sektor pendidikan, dimana proses pembelajaran secara tatap muka (offline) tidak boleh dilaksanakan. Solusinya proses pembelajaran tatap muka atau konvensional diganti dengan pembelajaran jarak jauh. Pembelajaran jarak jauh yang diterapkan dalam dunia pendidikan tentu saja tidak langsung berjalan dengan mudah.
Sejak pertengahan Maret 2020, Indonesia meningkatkan status bahaya pandemi, sehingga semua harus melakukan pembatasan yang disebut sebagai lockdown selama kurang lebih dua minggu lamanya akibat pandemi covid-19. Pembatasan selama dua minggu diharapkan bisa mengurangi resiko penyebaran virus covid-19, tetapi nyatanya hal ini tidak berjalan seperti yang direncanakan. Persebaran virus covid-19 semakin besar sehingga sekolah yang awalnya diliburkan selama dua minggu, mengalami perubahan hingga sampai satu tahun lebih. Tentu saja hal ini menjadi hambatan untuk mencapai tujuan pendidikan sekolah dasar yang menekankan dasar kecerdasan, pegetahuan, kepribadian, akhlak mulia, serta keterampilan untuk hidup mandiri dan mengikuti pendidikan lebih lanjut. Siswa hanya bisa menerima dasar pengetahuan melalui pembelajaran daring, sedangkan untuk mencapai dasar tujuan yang lain yang biasanya dilakukan pada pembelajaran tatap muka, tidak bisa dicapai lewat pembelajaran daring.
Pada dasarnya pandemi covid -19 memberikan berbagai pengaruh, baik positif maupun negatif. Pengaruh ini memang dapat dirasakan secara nyata oleh setiap orang, bahkan di dalam dunia pendidikan sekolah dasar. Pengaruh positif yang bisa kita rasakan yaitu: 1) Anak lebih dekat dengan keluarga. 2) Sebagian anak merasa nyaman belajar dari rumah. 3) Anak lebih peka dan mampu beradaptasi dengan perubahan. 4) Kolaborasi inovatif orangtua dan guru. 5) Banyak bermunculan aplikasi belajar onlin.e 6) Guru menjadi akrab dan melek teknologi. Sedangkan pengaruh negatif yang kita rasakan yaitu : 1) Daerah yang minim akses internet mengalami hambatan dalam pembelajaran. 2) Anak kurang bersosialisasi. 3) Penurunan capaian belajar. 4) Sistem pembelajaran yang kolaboratif dan kooperatif begitu terbatas. Kita sebagai pendidik, diharapkan ambil bagian dalam menghadirkan pengaruh positif adanya pandemi ini dalam dunia pendidikan. (gb2/ton)
Guru SDN Jrakahpayung Kecamatan Tulis Kabupaten Batang Editor : Agus AP