Berita Semarang Raya Jateng Nasional Ekonomi Edukasi Entertainment Event Features Games & eSports Sport Sepakbola Khazanah Lifestyle Tekno Traveling Otomotif Parenting Rubrik Foto

Pendekatan Bermain untuk Merangsang Pembelajaran Penjasorkes

Agus AP • Jumat, 21 Agustus 2020 | 00:43 WIB
Oleh : Rinto Aribowo, S.Pd
Oleh : Rinto Aribowo, S.Pd
RADARSEMARANG.ID, Pendidikan dapat dikatakan sebagai suatu usaha untuk mencapai tujuan yang dicita-citakan (Sukintaka, 1992: 8). Melalui pendidikan diharapkan terjadi proses transfer ilmu yang dapat membuat pelaku pendidikan mengalami perubahan dari yang tidak tahu atau kurang tahu menjadi tahu tentang apa yang dipelajarinya. Sehingga membawa manfaat dalam kehidupan sehari-harinya.

Pendidikan jasmani di sekolah mutlak sangat dibutuhkan. Bukan hanya meningkatkan kebugaran jasmani anak, melainkan juga memberi gerak yang bervariasi dan bermakna bagi anak. Pandangan tentang pendidikan jasmani juga bersifat universal, namun semua itu bermuara pada makna pendidkan jasmani yang membangun manusia seutuhnya. Seperti yang terungkap pada Dirjendikti, 1991 (dalam Sukintaka, 1992: 9-10), “Pendidikan jasmani merupakan proses interaksi antara peserta didik dan lingkungan yang dikelola melalui aktivitas jasmani secara sistematik menuju pembentukan manusia Indonesia seutuhnya”.

Guru penjasorkes harus mampu menciptakan kegiatan pembelajaran yang menyenangkan dan tidak monoton. Salah satu pendekatan pembelajaran yang dapat digunakan untuk menciptakan kegiatan pembelajaran yang menyenangkan adalah pembelajaran bermain. Pendekatan pembelajaran bermain adalah salah satu jenis pendekatan pembelajaran penjasorkes yang dapat diberikan di segala jenjang pendidikan, baik di jenjang SD, SMP, maupun SMA. Hanya saja, porsi dan bentuk pendekatan pembelajaran bermain harus disesuaikan dengan aspek yang ada dalam kurikulum.

Pemilihan permainan tradisional untuk dipadukan dengan materi pembelajaran penjasorkes dalam pelaksanaan pembelajaran penjasorkes berbasis pendekatanan bermain selain untuk menciptakan kegiatan pembelajaran yang menarik dan menyenangkan.

Teknis pelaksanaan pembelajaran penjasorkes berbasis pendekatan bermain dapat dilakukan mulai dari tahap kegiatan pembelajaran pendahuluan hingga tahap kegiatan inti. Sebagai contoh dalam kegiatan pembelajaran penjasorkes di SMAN 1 Kendal dengan materi soft ball. Dalam kegiatan ini dilaksanakan kegiatan out door games. Bentuk kegiatan out door games yang pertama dilaksanakan bentuk kegiatan yang berorientasi pada melatih kekuatan, kelincahan, kelenturan tubuh disamping juga melatih unsur kognitif dan afektif siswa. Sebenarnya banyak sekali jenis out door games yang dapat dilaksanakan dalam pendidikan jasmani, namun dalam latian kali ini penulis melaksanakan kegiatan JINOBOY.
Permainan ini berasal dari permainan anak-anak yang mempergunakan bola tenis bekas dan susunan genting yang dibuat seperti piramida. Supaya ada bentuk variasi lain maka kita kembangkan jenis permainan ini dengan media lain. Prasarana berupa lapangan seluas lapangan basket. Sarana berupa bola tenis bekas, pecahan genting, dengan jumlah 5 sampai 10 buah, sebagai piramid yang harus dijaga.

Cara bermainnya, langkah pertama peserta dibagi dua tim dengan jumlah sama banyak. Pecahan genting disusun seperti piramid. Ada tim yang bertugas sebagai penjaga (yang menjaga piramid) ada tim yang bertugas sebagai penyerang (yang berusaha menjatuhkan piramid dengan bola tenis). Tehnisnya tim penyerang akan berusaha untuk menjatuhkan piramid dan menata piramid yang telah di jatuhkan seperti sediakala. Dan tim yang bertahan akan berusaha mematikan lawan dengan cara melakukan lemparan ke lawan dengan bola tenis yang lemparanya harus mengenai tubuh lawanya serta menjaga piramid agar tidak mudah untuk di tata oleh tim lawan.

Implementasi pendekatan pembelajaran bermain dalam kegiatan materi penjasorkes memiliki banyak manfaat, baik untuk guru maupun untuk siswa. Dalam kegiatan di atas tanpa disadari peserta didik telah melaksanakan berbagai macam gerakan dasar permainan soft ball. Di antaranya peserta didik belajar cara mengindari serangan bola dari lawan, belajar cara menangkap bola, cara melempar bola dan yang tidak kalah penting peserta didik belajar bekerja sama untuk meraih tujuan bersama sesuai dengan tugas dan tanggung jawabnya.

Jadi tanpa disadari peserta didik sudah dirangsang untuk siap menghadapi materi dengan pemilihan metode bermain yang tepat dan sesuai materi yang akan diajarkan. (dar2/lis)

Guru Penjasorkes SMAN 1 Kendal Editor : Agus AP
#Penjasorkes #Bermain