RADARSEMARANG.ID, Ungaran - Tren berKB pada pria di Kabupaten Semarang terus meningkat.
Program Metode Operasi Pria (MOP) atau vasektomi ini menjadi primadona meskipun kuota yang disediakan Pemerintah Kabupaten Semarang masih sedikit.
Di tahun 2026 ini Pemerintah Kabupaten Semarang lewat Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana menyediakan delapan kuota.
Belum genap satu semester kuota tersebut sudah habis. Selain meningkatnya kesadaran akan pentingnya perencanaan keluarga, kondisi ekonomi juga menjadi salah satu faktor yang mendorong pasangan membatasi jumlah anak.
Kepala Dinas Pemberdayaan Perlindungan Perempuan Anak dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Kabupaten Semarang, Dewanto Laksono, mengatakan hingga saat ini antrean pria yang menginginkan mengikuti MOP gratis masih panjang.
Peningkatan minat tersebut dipengaruhi semakin tingginya kesadaran para suami untuk ikut bertanggung jawab dalam program keluarga berencana.
Baca Juga: Update Transfer Liga 2 2026/2027, Eks Persib Bandung Rezaldi Hehanussa Resmi Gabung Semen Padang FC
Tidak sedikit pria yang secara sukarela memilih menjalani MOP karena merasa jumlah anak sudah cukup dan ingin melindungi kesehatan istrinya yang dinilai masih berpotensi hamil.
"Target MOP tahun ini delapan akseptor dan semuanya sudah terpenuhi. Bahkan sekarang masih ada yang antre. Orang tua sekarang berpikir panjang karena memiliki anak berarti juga memiliki tanggung jawab yang lebih besar, mulai dari pendidikan, kesehatan hingga kebutuhan hidup lainnya. Faktor ekonomi menjadi salah satu yang mendorong masyarakat ikut program KB,"katanya. Selasa (30/6).
DP3AKB Kabupaten Semarang mengalokasikan anggaran sebesar Rp 10.080.000 untuk layanan MOP gratis tahun ini. Per akseptor Rp 1.260.000 dengan target delapan peserta.
Sementara untuk Metode Operasi Wanita (MOW), target tahun 2026 sebanyak 150 akseptor dengan realisasi MOW di semester pertama 60 ekseptor.
Melihat tingginya antusiasme masyarakat, DP3AKB berencana mengusulkan penambahan anggaran pada perubahan APBD 2026 agar kuota layanan MOP gratis dapat ditambah.
Baca Juga: Pernah Hijrah dan Heboh Soal Ustadz Malaysia, Mondy Tatto Kini Ditangkap Polisi
Layanan MOP gratis hanya dapat diakses melalui program yang difasilitasi DP3AKB karena kuota ditentukan berdasarkan anggaran.
Pihaknya menambahkan bagi masyarakat yang ingin menjalani MOP secara mandiri dapat mengakses layanan di rumah sakit tertentu dengan biaya mandiri.
"Tingginya permintaan MOP tentu kami akan mencoba mengusulkan penambahan anggaran pada perubahan APBD. Antusiasme masyarakat cukup tinggi sehingga kami berharap lebih banyak warga bisa terlayani,"pungkasnya.(ria)
Editor : Baskoro Septiadi