Berita Semarang Raya Jateng Nasional Ekonomi Edukasi Entertainment Event Features Games & eSports Sport Sepakbola Khazanah Lifestyle Tekno Traveling Otomotif Parenting Rubrik Foto

Pemkab Semarang Siapkan Vaksin Anti Rabies

Nurfa'ik Nabhan • Kamis, 29 Juni 2023 | 17:57 WIB
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Semarang, Dwi Syaiful Noor Hidayat
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Semarang, Dwi Syaiful Noor Hidayat

RADARSEMARANG.ID, Ungaran - Dinas Kesehatan Kabupaten Semarang terus menggencarkan sosialisasi tentang ciri hewan terjangkit rabies. Selain itu sudah disiapkan stok vaksin anti rabies. Hal ini penting agar masyarakat tetap waspada dan mengantisipasi sejak dini. Meski sampai saat ini di Kabupaten Semarang belum ditemukan kasus rabies.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Semarang, Dwi Syaiful Noor Hidayat mengakui belum ada laporan temuan kasus rabies yang terjadi di Kabupaten Semarang. Namun pihaknya terus memberikan edukasi tentang bahaya dan gejala dari rabies ke masyarakat.  "Kita nanti juga akan bekerjasama dengan Dinas Pertanian, Perikanan, dan Pangan (Dispertanikap) Kabupaten Semarang untuk menangani hewannya, " ujarnya.

Ia menambahkan, dengan sosialisasi, masyarakat bisa selalu waspada dan bisa melihat ciri-ciri hewan yang terkena virus rabies.  Hewan yang terkena virus rabies akan lebih agresif, keluar air liur banyak di mulut, hingga posisi kaki belakang menekuk, dan nafsu makan berkurang. “Ketika masyarakat melihat ciri-ciri tersebut di hewan peliharaan bisa langsung melaporkan ke Dispertanikap. Jika terkena gigitan atau cakaran hewan rabies maka sesegera mungkin untuk langsung datang ke puskesmas atau Dinkes Kabupaten Semarang untuk mendapatkan vaksin anti rabies,” tambahnya.

Untuk jumlah vaksin anti rabies jumlahnya aman. Namun pihaknya terus menghimbau masyarakat yang terkena gigitan atau cakaran hewan apapun termasuk anjing, kucing, atau monyet bisa datang ke Puskesmas di Ungaran dan Bergas, atau datang ke Dinkes untuk mendapatkan vaksin anti rabies. “Agar segera mendapatkan penanganan,” tambahnya.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes Kabupaten Semarang, dr Endah Indriati Wurjaningrum menambahkan Dinkes terus menerapkan sistem SKDR atau Sistem Kewaspadaan Diri dan Respon. Dimana sistem tersebut digunakan untuk penanganan kasus atau pencegahan dini terhadap virus rabies.  "Orang yang terjangkit rabies akan mengalami demam, cemas, hingga muncul hydrophobia yakni takut dengan air dan cahaya, dan gejala ini akan muncul antara waktu 5 sampai 30 hari setelah orang tersebut terkena gigitan hewan yang terjangkit virus rabies," ujarnya. (nun/fth)

 

 

 

Editor : Baskoro Septiadi
#Pemkab Semarang #Rabies #Vaksin