RADARSEMARANG.ID, Semarang - Hujan dengan intensitas deras disertai angin kencang Rabu (11/12) malam mengakibatkan sampah dari daerah atas mengalir ke Sungai Banjir Kanal Timur (BKT) karena menyangkut di bawah rel kereta api.
Pantauan Jawa Pos Radar Semarang, Kamis (12/12), terlihat dua puluh petugas kebersihan dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) dan dua dam truk dikerahkan untuk membersihkan sampah yang menggenang di Sungai Banjir Kanal Timur (BKT) sisi Kelurahan Tambakrejo, Kecamatan Gayamsari.
Banyak sampah yang menggenang. Mulai dari styrofoam, tumpukan kayu, batang pohon, sofa dan limbah rumah tangga lainnya.
Kepala UPTD Wilayah II DLH Kota Semarang, Nguncardiyo, mengungkapkan sampah yang menggenang di Sungai BKT merupakan kiriman dari wilayah atas. Saat musim hujan, sampah melewati aliran sungai.
Namun, terhambat di bawah jembatan rel kereta api. "Sehingga aliran air ini tidak bisa sampai ke laut," ungkapnya.
Pihaknya segera menerjunkan 20 personel kebersihan dan dua dam truk untuk membantu mengangkut sampah di sekitar sungai BKT.
"Tindak lanjutnya, kemungkinan besok (13/12), terdapat alat berat dari Dinas Pekerjaan Umum (DPU) yang diterjunkan untuk mengangkut sampah yang menggenang," tandasnya.
Sementara itu, Camat Gayamsari, Eko Yuniarto melalui Lurah Tambakrejo, Sukiswo, menambahkan besok (13/12) pagi, pihaknya mengajak masyarakat, Dinas Pekerjaan Umum (DPU) dan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Semarang untuk gotong royong membersihkan Sungai BKT.
"Saat ini sudah dicicil, sehingga besok akan lebih ringan, karena adanya timbunan sampah dari daerah atas ini bisa mengganggu aliran air, bahkan dikhawatirkan bisa meluber ke pemukiman jika terjadi hujan deras lagi," imbuhnya. (fgr/bas)
Editor : Baskoro Septiadi