RADARSEMARANG.ID, Semarang - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Semarang, menargetkan partisipasi pemilih pada Pilwakot dan Pilgub Jateng 2024, bisa diangka 80 persen.
Target ini sendiri melihat pada Pilkada serentak lima tahun lalu yang ada di angka 77,5 persen.
Ketua KPU Kota Semarang, Ahmad Zaini mangatakan, perbandingab partisipasi pemilu dan pilkada memang cukup jauh.
Partisipasi pemilu biasanya di angka 80 - 85 persen. Sementara, partisipasi pilkada masih di bawah 70 persen.
“Pada Pilkada 2020 lalu, partisipasi masyarakat di angka 77,5 persen. Dengan effort kami menyosialisasikan, pemkot juga melakukan hal sama, kami harap partisipasi pemilih pada Pilkada 2024 mencapai 80 persen,” katanya saat ditemui Jawa Pos Radar Semarang, Jumat (22/11).
Zaini menjelaskan, KPU Kota Semarang telah melakukan berbagai sosialsiasi untuk mendorong partisipasi pemilih diantaranya digelarnya debat publik pasangan calon (paslon) untuk lebih mengenalkan calon dan program-programnya.
“Selain itu, KPU juga menggelar goes to school untuk menggaet suara generasi Z. Kegiatan sosialisasi lain juga sudah dilakukan,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua DPRD Kota Semarang, Kadar Lusman meyakini antusiasme masyarakat pada pesta demokrasi Pilkada 2024 serentakan akan tinggi. Berbagai upaya telah dilakukan untuk menggenjot partisipasi pemilih.
Pilus sapaannya, menjelaskan Pilkada menjadi momen penting menentukan pemimpin masa depan. Dia berharap masyarakat bisa menggunakan hak pilihnya.
“Ini momen penting, ini agenda politik besar untuk menentukan Kota Semarang ke depan harus seperti apa, Jateng juga sama,” jelasnya.
Dia meyakni antusiasme masyarakat cukup baik. Apalagi, seluruh stakeholder telah bergerak mengajak masyarakat untuk mwnggunakan gak pilih baik dari penyelenggara pemilu, pemerintah, maupun partai.
“Partai kan tidak mau kehilangan suara masyarakat. Selama kampanye, ajakan untuk menggunakan hak pilih sudah dilakukan secara maksimal,” tambahnya.
Sementara itu, Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol), Joko Hartono mengatakan, pemerintah sudah melakukan berbagai kegiatan untuk menggenjot partisipasi politik.
Pendidikan politik juga sudah dilakukan dengan menyasar seluruh elemen masyarakat.
“Pendidikan politik tentang pentingnya pemilu dan pilkada sudah kami lakukan. Kami sudah menyasar ke seluruh elemen dengab berbagai macam teknik," jelasnya.
Joko mengaku juga melakukan pedekatan kepada generasi tua, dengan berdialog.
Sementara, anak-anak muda, pihaknya mengajak dengan berbagai kegiatan melalui media sosial, media elektronik, perlombaan, maupun konten-konten menarik.
“Generasi tua kita ajak untuk berdialog agar mau berpartisiapsi, sementara generasi muda dilakukan dengan cara yang berbeda,” pungkasnya. (den)
Editor : Tasropi