Berita Semarang Raya Jateng Nasional Ekonomi Edukasi Entertainment Features Games & eSports Sport Sepakbola Khazanah Lifestyle Tekno Traveling Otomotif Parenting Rubrik Event Foto

Dispertan Turun Tangan Dalami Kasus 9 Sapi Mati Mendadak di Cepoko Gunungpati Semarang, Ini Dugaan Sementara

Adennyar Wicaksono • Kamis, 8 Agustus 2024 | 01:30 WIB
AMBIL SAMPEL : Petugas Dispertan Kota Semarang, mengambil sampel lima sapi yang mati di Kelurahan Cepoko, Gunungpati
AMBIL SAMPEL : Petugas Dispertan Kota Semarang, mengambil sampel lima sapi yang mati di Kelurahan Cepoko, Gunungpati

RADARSEMARANG.ID, Semarang - Dinas Pertanian (Dispertan) Kota Semarang, bergerak cepat dengan melakukan pengecekan 9 ekor sapi yang mati milik kelompok peternak yang ada di Kelurahan Cepoko, Kecamatan Gunungpati.

Petugas juga mengambil sampel darah, dan bagian lainnya serta pakan ternak untuk dikirim ke Balai Besar Veteriner Wates Yogyakarta (BBVet) untuk dilakukan uji laboratorium, guna mengetahui penyebab kematian sapi-sapi ini.

“Kita kirim petugas untuk melakukan pengecekan, sampel sudah diambil dan dikirim untuk uji laboratorium,” kata Plt Kepala Dinas Pertanian (Dispertan), Hernowo Budi Luhur, saat ditemui Jawa Pos Radar Semarang, Rabu (7/8).

Hernowo memaparkan, dari laporan yang ada pada 2 sampai 6 Agustus kemarin, total ada sembilan ekor sapi yang mati dari empat pertenak dalam kelompok Rukun Makmur, Kelurahan Cepoko Gunungpati.

Bahkan diketahui satu peternak lima ekor sapi mati pada Senin (5/8) kemarin.

Adapun sapi yang mati ini berada dalam satu kandang, sementara sapi lainnya di kandang terpisah tidak mengalami kematian.

“Ini lokasinya terpisah dengan kandang lainnya, salah satu peternak punya 15 sapi. Nah yang lima ini dalam satu kandang,” tuturnya.

Adapun dari informasi yang ada, lanjut Hernowo peternak tersebut sempat mendatangkan sapi baru pada akhir Juli dari Ambarawa.

Setelah sampai sapi tersebut sakit dengan gejala ngorok yang diduga terkena Bovine Ephemeral Fever (BEF).

“Gejala sapi yang mati kemarin lemas, dan akhirnya dipotong dikandang. Laporan dari petugas darah yang dikeluarkan cenderung sedikit,” bebernya.

Pihaknya mengaku masih menunggu hasil dari laboratorium, sementara ini pemilik sapi melakukan pemisahan dengan sapi lainnya.

Pihaknya menjelaskan jika di Semarang beberapa kali ditemukan kasus PMK, BEF, Bentol Kulit dan lainnya yang menyebabkan kematian.

“Kasus PMK dan bentol kulit sudah tidak ditemukan, untuk mengetahui penyebabnya kita tunggu hasil lab,” pungkasnya.

Sementara itu, Sub Koordinator Kesehatan Hewan dan Masyarakat Veteriner Dispertan Kota Semarang, Irene Natalia Siahaan, mengaku jika pada Senin (5/8) pagi pihaknya mendapat laporan dari peternak jika lima ekor sapi mati dalam satu kandang.

Setelah dilakukan pengcekan, pohaknya juga menelusuri kandang lain, ternyata ditemukan tiga hari berturut-turut yakni Jumat, Sabtu dan Minggub empat ekor sapi mati milik peternak yang masih satu kelompok juga mati.

Irene mengaku, pihak BBvet akan melakukan pengeckan langsung ke kandang milik peternak. Untuk melihat langsung kondisi peternakan sapi yang ada.

“Sampel sudah kita kirim, bisa saja sakit, keracunan pakan dan lainnya. kita juga melakukan pengeckan kesana dan melakukan penelusuran,” tambahnya. (den/bas)

Editor : Baskoro Septiadi
#Dispertan Semarang #Sapi Mati Mendadak #Peternak