RADARSEMARANG.ID, Semarang - Ribuan warga dari 14 kelurahan di Kecamatan Mijen antusias mengikuti kirab budaya Minggu (20/8). Warga mengarak gunungan yang berisi hasil bumi, seperti berbagai sayur dan buah.
Kirab dimulai dari Lapangan Voli dekat Masjid Jami' Jatisari menuju Lapangan Taman Jatisari, Mijen. Warga berjalan sepanjang satu kilometer.
Tiap kelurahan menampilkan berbagai kebudayaan ketika kirab berlangsung. Seperti mayoret drumband, payung hias, budaya bali, angklung, gaun yang terbuat dari koran, dan lainnya. Tiap kelurahan juga membawa gunungan berisi hasil bumi.
Sesampainya di Lapangan Taman Jatisari, 14 gunungan dibariskan. Belum sampai selesai didoakan, gunungan sudah direbutkan warga.
Salah seorang warga Wonoplumbon, Suyatno, sangat bergembira mendapatkan berbagai sayur-sayuran dan buah-buahan setelah berebut gunungan. "Saya dapat kacang panjang, sawi, terong, tomat, dan pisang," ujarnya.
Ketua Forum LPMK Kecamatan Mijen, Edi Purnomo, menjelaskan gunungan memiliki filosofi yakni membentuk kerucut menjulang ke atas. Satu titik menuju Tuhan Yang Maha Esa.
Berisi hasil bumi, seperti sayuran dan buah-buahan sebagai simbol kemakmuran yang diterima. "Sehingga ini bentuk rasa syukur telah merdeka," katanya.
Camat Mijen Didik Dwi Hartono mengungkapkan, selain untuk menguri-uri budaya, juga sebagai rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa yang diungkapkan melalui gunungan.
"Karena hasil panen yang melimpah, ini sebagai rasa syukur yang kita adakan lagi pasca pandemi covid-19," katanya. (fgr/ton)
Editor : Baskoro Septiadi