“Kami belum bisa maksimal karena semua masih terbatas, ditambah pertumbuhan eceng gondok sangat cepat," terang Kepala Pelaksana BPBD Kota Pekalongan Saminta di sela-sela bersih sungai Bremi pada Sabtu (16/10/2021).
Diungkapkan, selama ini tim BPBD sudah bertahap melakukan bersih sungai, terutama dari eceng gondok. Namun dengan tenaga dan terbatas peralatan. Terutama di sungai-sungai wilayah Pekalongan Barat, khususnya Bremi yang banyak ditumbuhi eceng gondok.
BPBD kemudian berkoordinasi dengan Dinas Lingkungan Hidup (DLH), Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUPR), komunitas hingga masyarakat sekitar. Dengan tujuan pemberdayaan bersama. Karena hal ini juga berhubungan dengan hajat hidup tempat tinggal mereka sendiri. “Kami selalu mengajak masyarakat sekitar untuk membantu, dan selama ini sangat direspon positif,” jelasnya.
Sementara itu dengan dinas-dinas terkait, membantu dengan alat berat, sehingga eceng gondok mudah diambil dan langsung dimasukkan ke truk dari DLH. Sedang di lokasi yang sudah dijangkau alat berat eskavator dari DPUPR, tetap harus menggunakan tenaga manusia, yang kemudian secara bertahap bisa diangkat dengan alat berat. “Minimal kami mengangkat dan menumpuk eceng gondok di kanan kiri sungai. Dan bisa dibantu dengan alat berat untuk membawanya,” jelasnya.
Saminta berharap, kedepan bersih-bersih sungai bisa lebih optimal. Terutama dengan tenaga yang lebih banyak, alat yang lebih memadai dan armada yang lebih besar. Karena jumlah eceng gondok yang harus dibersihkan, jika ditotal bisa sampai ratusan truk sampah. Selain itu harus secara berkala, karena pertumbuhannya cepat. (han/ton)
Editor : Agus AP