RADARSEMARANG.ID - Video debat wisuda antara Dedi Mulyadi dengan seorang wanita muda Aura Cinta mendadak meramaikan jagat maya.
Dalam rekaman tersebut, perbincangan mereka yang cukup intens soal polemik biaya perpisahan atau wisuda sekolah jadi sorotan.
Tak butuh waktu lama, video debat wisuda ini pun viral di berbagai platform media sosial.
Aura Cinta vokal menolak gagasan pelarangan acara wisuda atau perpisahan sekolah yang digaungkan Dedi Mulyadi.
Menurutnya, momen kumpul terakhir itu punya nilai sentimental dan penting bagi para siswa.
Sementara itu, Dedi Mulyadi punya pandangan berbeda. Ia lebih menyoroti beban biaya yang harus ditanggung orang tua, apalagi di tengah kondisi ekonomi yang sulit.
Namun, di balik perdebatan soal wisuda yang menyentuh banyak orang ini, muncul bisik-bisik miring.
Ada saja warganet yang curiga bahwa dialog antara mantan Bupati Purwakarta itu dengan Aura Cinta hanyalah "settingan" alias sudah diatur sebelumnya. Benarkah demikian?.
Lagi pula, video viral debat wisuda itu sendiri awalnya terlihat tayang di kanal YouTube Dedi Mulyadi.
Di situ, Dedi Mulyadi dan Aura Cinta terlibat adu argumen seputar kebijakan terkait acara perpisahan sekolah.
Pandangan Dedi terkait acara perpisahan sekolah cenderung memakan biaya besar. Bahkan sampai ada orang tua yang terjerat pinjaman online demi acara tersebut.
Dedi Mulyadi terang-terangan mempertanyakan gaya hidup mewah yang seolah jadi keharusan di acara perpisahan.
Terutama saat berdialog dengan Aura Cinta yang diketahui berasal dari keluarga yang pernah mengalami penggusuran.
"Kenapa miskin pengen hidup bergaya, sekolah harus ada perpisahan? Kenapa orang miskin nggak prihatin?" begitu kira-kira narasi pedas Dedi Mulyadi dalam cuplikan video yang tersebar.
Aura Cinta tak tinggal diam. Ia berargumen dari sudut pandang siswa yang merasa kehilangan momen berharga jika acara perpisahan ditiadakan total.
Bagi banyak pelajar, acara itu adalah penanda kelulusan dan kesempatan terakhir berkumpul dengan teman-teman sebelum menempuh jalan masing-masing.
Nah, rumor "settingan" ini makin kencang berhembus setelah publik tahu beberapa fakta tentang Aura Cinta. Usianya ternyata sudah hampir 20 tahun dan ia sudah lulus SMA setahun lalu.
Selain itu, Aura Cinta juga memiliki latar belakang di dunia modeling dan pernah bermain sinetron. Bahkan disebut-sebut pernah jadi bintang iklan pinjaman online.
Dampaknya, profil Aura Cinta ini membuat sebagian orang sangsi dengan dialognya yang dinilai benar-benar spontan.
Menanggapi tudingan panas ini, Dedi Mulyadi akhirnya buka suara. Dedi Mulyadi dengan gamblang membantah tudingan tersebut.
Ia menegaskan sama sekali tidak mengenal Aura Cinta sebelum dialog itu terjadi. Baginya, pertemuan dan perbincangan tersebut murni terjadi secara spontan.
Dedi Mulyadi justru mengapresiasi keberanian Aura Cinta. Ia menilai Aura adalah sosok yang pintar dan berani karena mau menyampaikan pendapatnya, bahkan di depan seorang tokoh publik seperti dirinya.
“Saya mah enggak berprasangka buruk, saya berprasangka baik. Anaknya itu pinter, dan anaknya itu berani. Sehingga mau menyampaikan di depan gubernur,” kata Dedi seperti di video yang diberitakan.
“Tetapi tugas gubernur adalah mengarahkan agar argumentasinya memiliki dasar hukum yang kuat,” sambungnya.
Ia juga menambahkan bahwa Aura Cinta sudah masuk kategori dewasa dan bahkan sudah bisa mencari uang sendiri.
Dedi menganggap Aura bukan lagi remaja atau anak-anak dalam artian sepenuhnya, tetapi tulus dalam menyuarakan aspirasinya.
Meski Dedi sudah memberikan klarifikasi, perdebatan soal esensi perpisahan sekolah dan beban biaya pendidikan ini terpantau masih mengalir di berbagai media mainstream.
Pasalnya, video viral ini setidaknya berhasil memicu diskusi publik tentang pentingnya menimbang kembali tradisi acara sekolah, yang terkadang lebih mengutamakan gengsi dibanding fungsi sebenarnya.
Editor : Baskoro Septiadi