RADARSEMARANG.ID - Kue Keranjang menjadi makanan khas yang selalu hadir dalam perayaan Imlek setiap tahunnya.
Makanan manis dan legit ini biasa disebut Dodol Ranjang oleh masyarakat Tegal yang menjadi salah kota sentra pembuatan dodol khas Tionghoa ini.
Makanan berbahan utama ketan, tepung, dan gula jawa ini memang bukan berasal dari Indonesia, melainkan dari negeri Tionghoa.
Namun, kue keranjang ini sudah masuk ke tanah air sejak zaman penjajahan di masa lampau.
Kue ini dinamakan kue keranjang atau dodol ranjang karena proses pembuatannya melalui pencetakan berbentuk keranjang.
Pada zaman dulu kue keranjang ini digunakan sebagai sesaji pada upacara sembahyang leluhur.
Upacara itu dilakukan tujuh hari menjelang tahun baru Imlek dan puncaknya pada malam menjelang tahun baru Imlek.
Kue keranjang ini awalnya juga dipercaya ditujukan sebagai hidangan untuk menyenangkan Dewa Tungku
Dengan tujuan Dewa Tungku membawa laporan yang menyenangkan kepada Raja Surga (Giok Hong Siang Te).
Selain itu, karena bentuknya yang bulat, kue keranjang ini bermakna agar keluarga yang merayakan Imlek tersebut dapat terus bersatu, rukun, dan bulat tekad dalam menghadapi tahun yang akan datang.
Pada zaman dahulu banyaknya atau tingginya kue keranjang menandakan kemakmuran keluarga pemilik rumah.
Biasanya kue keranjang disusun ke atas dengan kue mangkok berwarna merah di bagian atasnya.
Setiap tahun menjelang perayaan Imlek, sejumlah produsen kue keranjang mulai menggeliat dan memproduksi makanan itu.
Kue keranjang berbentuk bulat kecil yang telah matang, dikemas plastik dan ditempel stiker merk berwarna merah untuk kemudian dimasukan ke dalam kotak kardus kecil.
Untuk satu kotak kardus berisi empat kue keranjang. Kemudian, satu kotak tersebut dimasukan ke kardus yang lebih besar dan siap dipasarkan.
Kue yang terbuat dari beras ketan dan gula ini dapat disimpan lama, bahkan dengan dijemur dapat menjadi keras seperti batu dan awet.
Sebelum menjadi keras, kue tersebut dapat disajikan langsung.
Akan tetapi setelah mengeras, dapat diolah terlebih dahulu dengan digoreng menggunakan tepung dan telur ayam untuk disajikan hangat-hangat.
Editor : Agus AP