RADARSEMARANG.ID, Kendal—Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) Kabupaten Kendal turun ke 4,60 persen.
Sementara ekonomi melesat dengan pertumbuhan 7,67 persen, menjadikan Kendal tertinggi di Jawa Tengah.
Dari dua tren positif, Badan Pusat Statistik (BPS) Kendal menyebut industri di Kendal Industrial Park (KIK) merupakan motor utama dua capaian tersebut.
Kepala BPS Kendal, Ade Sandi Parwoto, menjelaskan penurunan TPT sebesar 0,41 persen sepanjang 2024–2025 tidak bisa dilepaskan dari kuatnya serapan tenaga kerja industri.
“Ekspansi industri di KIK menjadi faktor yang paling dominan. Pabrik baru bermunculan, kapasitas produksi naik, dan itu langsung menyerap tenaga kerja lokal,” ujar Ade Sandi.
Ia juga menegaskan bahwa program pemerintah berperan mempercepat penurunan pengangguran.
“Job Fair, Relasi Kerja, hingga pelatihan kompetensi membuat pencari kerja jauh lebih siap. Industri tidak perlu menunggu lama untuk mendapatkan tenaga kerja yang sesuai,” tambahnya.
Pada kesempatan yang sama, BPS membeberkan potret ekonomi Kendal Triwulan II 2025.
Tercatat pertumbuhan Year-on-Year mencapai 7,67 persen—tertinggi di Jawa Tengah—yang ditopang sektor manufaktur, konstruksi, serta real estate.
Pertumbuhan Quarter-to-Quarter mencapai 3,41 persen, dan capaian semesteran berada di angka 7,12 persen.
“Ini momentum yang harus dijaga. Kendal sedang menuju fase ekonomi yang lebih matang dan lebih menarik bagi investor,” tegas Ade Sandi.
Rakor Percepatan Pertumbuhan Ekonomi Daerah ini dibuka Pj Sekda Kendal, Agus Dwi Lestari, yang menekankan pentingnya kerja bersama.
“Kendal tidak bisa tumbuh sendirian. Pemerintah, industri, dan masyarakat harus bergerak dalam satu irama,” katanya.
Kepala Baperlitbang Kendal, Izzuddin Latif, yang memimpin sesi diskusi, menambahkan pentingnya keberlanjutan.
“Kita tidak hanya mengejar angka, tetapi memastikan pertumbuhan ini memberi manfaat nyata bagi warga,” ujarnya.
Rakor dihadiri Forkompinda, OPD, instansi vertikal, Bulog, BUMD, perwakilan KIK, hingga pengelola KEK, dan ditutup dengan sosialisasi Sensus Ekonomi 2026 (SE2026) yang disertai pembagian doorprize.
Pemerintah berharap sinergi lintas sektor mampu menjaga tren positif penyerapan kerja dan pertumbuhan ekonomi yang semakin inklusif. (bud)
Editor : Tasropi