RADARSEMARANG.ID, Semarang - Peristiwa banjir melanda wilayah Kabupaten Kendal Kamis (14/3). Akibatnya, puluhan kelurahan dan desa di Kabupaten Kendal terendam banjir dengan ketinggian bervariasi.
Seperti di Desa Kebonadem, Kecamatan Brangsong. Banjir melanda desa tersebut sejak Rabu (13/3) malam sekitar pukul 23.00 WIB. Bahkan, hingga Kamis (14/3) pukul 14.00 WIB, banjir tak kunjung surut.
"Jam 11 malem air mulai masuk. Lalu jam 12 malem air semakin tinggi. Sepinggang orang dewasa," aku Tuti Mungfaati, warga Desa Kebonadem terdampak banjir.
Tuti menjelaskan, banjir saat ini akibat hujan deras serta limpasan Sungai Waridin.
Meski begitu, banjir ini tidak terlalu parah dibanding banjir pada awal 2023 lalu.
Dia berharap, segera ada penanganan untuk permasalahan banjir di desanya.
"Tahun kemarin lebih tinggi airnya. Sejak pagi mulai surut demi sedikit. Tapi ini airnya masih masuk ke dalam rumah," jelasnya.
Tak hanya itu, banjir akibat luapan Sungai Waridin juga sempat merendam beberapa desa di Kecamatan Brangsong.
Termasuk Desa Brangsong, Kebonadem, dan Sidorejo. Selanjutnya di Kecamatan Kaliwungu, banjir merendam Desa Kumpulrejo dan Sarirejo.
Adapun di Kecamatan Ngampel, banjir merendam Desa Putat Gede dengan ketinggian air 30-70 sentimeter.
Lalu Desa Dempelrejo setinggi 10-30 cm, Desa Ngampel Kulon terdapat genangan air 10-50 cm, dan Desa Banyuurip ketinggian air mencapai 10-30 cm.
Adapun yamg paling parah berada di Kecamatan Kota Kendal. Di wilayah ini, ada 12 kelurahan terendam banjir akibat luapan Sungai Kendal.
Diantaranya Kelurahan Trompo ketinggian banjir 10-15 cm, Sijeruk ketinggian air di jalan 10-15 cm, Kelurahan Kebondalem ketinggian air di jalan 10-20 cm, Kelurahan Langenharjo ketinggian air di gang 10-15 cm, dan Kelurahan Pegulon ketinggian air di gang mencapai 10-20 cm.
Selanjutnya, Kelurahan Pekauman ketinggian genangan air 10-25 cm, Kelurahan Patukangan ketinggian air 10-20 cm, Kelurahan Bandengan Ketinggian Genangan air 5-10 cm, Kelurahan Kalibuntu wetan Genangan air 5-15 cm, Kelurahan Ngilir terdapat genangan air 10- 20 cm, dan Kelurahan Balok terdapat genangan air 10- 20 cm.
Tak hanya itu, Jalur Pantura Kendal juga masih tergenang banjir. Hal itu membuat lalu lintas tersendat karena kendaraan harus mengantre untuk melintas. Adapun ketinggian air berkisar 20 cm hingga 50 cm. (dev/bas)
Editor : Baskoro Septiadi