Berita Semarang Raya Jateng Nasional Ekonomi Edukasi Entertainment Event Features Games & eSports Sport Sepakbola Khazanah Lifestyle Tekno Traveling Otomotif Parenting Rubrik Foto

Narapidana Lapas Terbuka Kelas IIB Kendal Panen 5 Ton Jagung

Devi Khofifatur Rizqi • Senin, 17 Juli 2023 | 22:50 WIB
PANEN : Sejumlah narapidana asyik memanen jagung di lahan Lapas. (ISTIMEWA)
PANEN : Sejumlah narapidana asyik memanen jagung di lahan Lapas. (ISTIMEWA)

RADARSEMARANG.ID, KENDAL – Narapidana di Lapas Terbuka Kelas IIB Kendal berhasil memanen 5 ton jagung hibrida. Jagung itu merupakan hasil budidaya tanam sejak April lalu.

Budidaya jagung menjadi program andalan dalam pembinaan kemandirian para narapidana. Dimulai sejak 2019 hingga sekarang. Bahkan, hasilnya sangat membanggakan.

Kalapas Terbuka Kendal Rusdedy mengatakan, tahun sebelumnya, program ini sempat gagal panen.

Tahun 2021, melalui pelatihan budidaya jagung dan bekerja sama dengan Balai Besar Pelatihan Pertanian Lembang dan dukungan yayasan WAIBI serta Kementerian Bappenas RI, para narapidana dan petugas Lapas berhasil menunjukkan kemajuan yang signifikan.

"Produktivitas budidaya awalnya 2 hingga 3 ton per hektar, sekarang mencapai standar nasional sebesar 5 ton per hektar," katanya.

Keberhasilan dalam panen jagung ini berarti para narapidana telah menguasai seluruh proses budidaya jagung. Yakni mulai dari pengolahan lahan, penanaman, pemeliharaan, panen, hingga pengolahan pasca panen.

"Hal ini patut diapresiasi oleh banyak pihak, termasuk Kementerian Pertanian RI yang memberikan penghargaan Terbaik Pertama kepada Lapas Terbuka Kendal pada kegiatan ketahanan pangan nasional budidaya jagung di wilayah khusus," tambahnya.

Ia berharap, prestasi gemilang ini akan menginspirasi lembaga pemasyarakatan lainnya untuk mengadopsi program budidaya tanaman dan memberdayakan narapidana dalam pengembangan keterampilan pertanian.

"Kami telah membuktikan bahwa dengan kesungguhan dan kesempatan, narapidana dapat menjadi bagian penting dalam pembangunan pertanian dan ketahanan pangan negara," tambahnya. (dev/fth)

Editor : Agus AP