Berita Semarang Raya Jateng Nasional Ekonomi Edukasi Entertainment Features Games & eSports Sport Sepakbola Khazanah Lifestyle Tekno Traveling Otomotif Parenting Rubrik Event Foto

BNN Waspadai Peredaran Narkoba Terselubung Didalam Kandungan Cairan Liquid Vape

Muhammad Hariyanto • Rabu, 24 Desember 2025 | 22:33 WIB
Kepala BNPP Jateng dan para Forkopimda di Jateng hadir dalam rilis akhir tahun di BNP Jateng
Kepala BNPP Jateng dan para Forkopimda di Jateng hadir dalam rilis akhir tahun di BNP Jateng

RADARSEMARANG.ID, Semarang - BNNP Jawa Tengah terus melakukan pengawasan dan pencegahan peredaran narkoba di wilayah Jawa Tengah. Salah satu yang menjadi pemantauan ketat sekarang ini adalah cairan pada Liquid rokok elektrik atau Vape.

"Saya lihat fenomena, walaupun secara nasional kebetulan saya kemarin di Direktorat Hukum di BNN Pusat itu memang Vape itu harus diwaspadai juga sudah masuk cairan-cairan narkoba atau tidak. Itu hati-hati," ungkap Kepala BNNP Jateng Totong Rasyid saat pres rili akhir tahun, Rabu (24/12/2025).

"Kalau Singapura sudah berani melarang vape secara resmi keseluruhan tapi kalau kita terlalu banyak faktor lintas sektor yang harus kita jaga, sehingga yang kita waspadai vape itu juga menjadi media untuk berkembangnya penyalahgunaan narkoba," bebernya.

Menanggapi sudah adanya temuan kasus ini, Totong Rasyid tidak menampik hal tersebut. Namun, demikian pihaknya enggan menyebut wilayah adanya kasus tersebut.

"Ada. Jadi kalau saya bicara ini kan kapasitas kepala BNNP ya, kalau di nasional itu kita sudah mencoba mengumpulkan, dan itu terbukti sudah ada beberapa zat yang sudah diinfiltrasi oleh apa namanya narkoba," katanya.

"Tapi saya tidak bisa menyebutkan secara detail ya daerah provinsi mana yang sudah dilakukan hal itu. Tapi yang pasti beberapa sampel itu kita sudah mengindikasi walaupun persentasenya masih sangat kecil," jelasnya.

Terkait fenomena peredaran Narkoba diwilayah Jawa Tengah, pihaknya mengatakan Jawa Tengah menjadi transit peredaran narkoba. Namun demikian, ada sejumlah wilayah di Jateng yang rawan peredaran narkoba.

"Ada beberapa kawasan rawan tentunya. Nah, kita punya kriteria terkait dengan masalah kawasan rawan tetapi tentunya ini terkait dengan masalah-masalah masyarakat juga. Pada intinya kita sudah memetakan," ujarnya.

Disisi lain, BNN Provinsi Jawa Tengah dan jajaran melalui bidang pemberantasan bersama aparat penegak hukum terkait telah melaksanakan upaya penindakan secara terukur dan berkelanjutan dalam rangka pemberantasan tindak pidana narkotika.

"Dari hasil pelaksanaan kegiatan penindakan tercatat pengungkapan kasus narkotika dengan jumlah tersangka sebanyak 40 orang yang terdiri dari 37 orang laki-laki dan 3 orang perempuan," terangnya.

Lanjutnya mengatakan, kegiatan Razia ditempat hiburan termasuk hotel dan kamar kos juga telah dilaksanakan sebagai upaya pencegahan dan pemberantasan narkoba sebanyak 87 kali, selama Januari sampai akhir tahun 2025.

"Dari hasil pemeriksaan terhadap 2.627 orang sebanyak 2.595 orang dinyatakan negatif narkoba, sementara 32 orang terindikasi terindikasi positif," bebernya.

Selain itu BNN Provinsi Jawa Tengah dan jajaran melaksanakan tim asesmen terpadu TA target dengan target sebanyak 252 kali kegiatan dan berhasil melampaui target mencapai 647 kali atau 287,5 persen.

"Adapun aspek penegakan hukum jumlah berkas perkara narkotika yang berhasil diselesaikan juga menunjukkan sinergi positif dengan target tip 23 berkas dan capaian mencapai 40 berkas atau 174 persen," terangnya.

Jumlah total barang bukti narkotika yang berhasil diamankan sepanjang tahun 2025 meliputi sabu seberat 1.845,52 gram. Ganja sebesar 8.227,81 gram, ekstasi sebanyak 800 Ulangi. Sebanyak 683 butir tembakau sintesis sebesar seberat 33,31 gram, obat-obat terlarang sebanyak 80 9,79 butir serta liquid ganja sintetis sebanyak 4 mili.

Kesempatan tersebut, salah satu perwakilan dari pihak kejaksaan mengaku penghuni Lembaga Pemasyarakatan dipenuhi napi dari kasus penyalahgunaan narkoba.

Menanggapi adanya dugaan kasus pengendalian narkoba dari dalam napi dalam Lapas, Totong Rasyid mengatakan terkadang masih ada pergerakan fenomena tersebut.

"Mungkin kalau dikatakan rahasia umum enggak juga ya. Cuma yang pastinya di lapas kadang-kadang masih bergerak," katanya.

"Tapi yang pasti begini, sekarang ini fenomenanya Lapas sudah pasti memperbaiki untuk masalah komunikasi. Kemarin saya baru ke Lapas Perempuan, ke Ibu Ade dan beliau sudah zero," sambungnya.

Pihaknya menambahkan, para pelaku pengendara narkoba memanfaatkan celah dan peluang. Bahkan, pelaku kejahatan ini bersifat kelompok terstruktur ilegal dan sistematis.

"Jadi, dia merupakan tidak saja kejahatan extraordinary ini, tetapi juga kejahatan yang sifatnya organized crime. Jadi, narkotika ini dapatnya itu tidak bisa kita hanya berdoa kemudian dia turun di atas langit ngasih duit ke langit enggak. Tetap akan punya jaringan," katanya.

"Kalau dalam teori yang pernah saya dengar dari wakil menteri hukum Prof Edi, satu orang di dalam penjara itu ada tujuh jaringan di belakang itu. Jadi jaringannya itu sangat luar biasa," pungkasnya. (mha)

Editor : Baskoro Septiadi
#BNNP JATENG #BNN pantau ketat peredaran narkoba #Kepala BNNP Jateng Totong Rasyid #Peredaran narkoba di Jateng